Legenda Air Terjun Putuk Truno Pasuruan

0 184

Legenda Air Terjun Putuk Truno Pasuruan

Kisah berawal ketika Joko Taruno menaruh rasa cinta kepada Sri Gading Lestari yang tak lain adalah putri Raden Arya Wiraraja, adipati Madura. Sang adipati tidak merestui hubungan keduanya pasalnya Joko Taruno hanyalah anak orang biasa (selir raja) bukan dari hasil pernikahan raja dan ratu.

Begitu dalamnya cinta Joko Taruno terhadap Sri Gading Lestari seolah tak dapat dipisahkan oleh apa atau siapapun termasuk oleh sang adipati sendiri. Untuk itu berbagai cara telah dilakukan agar tali cinta keduanya terputus, sang adipati akhirnya memisahkan putrinya ke sebuah tempat di kawasan Purwodadi, Pasuruan yang kini bernama Coban Baung (coban = air terjun, baung = suara serigala).

Tidak berhenti sampai di situ, Sang Arya Wiraraja juga memagari kawasan itu dengan kekuatan gaib agar putrinya tak bisa berhubungan lagi dengan Joko Taruno. Putri Sri Gading Lestari kemudian dijuluki Putri Baung. Lokasi air terjun dimana Sri Gading diasingkan dikemudian hari dikenal orang dengan sebutan Coban Baung. Uniknya pada saat-saat tertentu di sekitar lokasi air terjun ini akan terdengar suara seperti lolongan serigala, konon itu merupakan ungkapan cinta kasih Putri Sri Gading.

Joko Taruno tak pernah letih mencintai Sri Gading, akhirnya kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu memutuskan untuk melakukan tapa brata alias semedi menghadap sang hyang dewa penguasa jagad. Ketulusan cinta Joko Taruno akhirnya membuahkan hasil. Pagar gaibpun bisa ditaklukannya. Keduanya berhasil meloloskan diri menuju sebuah air terjun, dimana Joko Taruno biasa bertapa di sana. Tempat itu kini dinamakan Air Terjun Putuk Truno.

Di tempat itulah, cinta kasih mereka tumbuh dan bersemi kembali hingga kekal-abadi. Air Terjun Putuk Truno dinamakan juga Air Terjun Keabadian. Sebagian orang meyakini kalau mandi atau berendam di bawah debur air terjun ini akan mendapatkan berkah berupa cinta abadi. Seperti kisah cinta antara Joko Taruno dengan Putri Sri Gading.

Source Legenda Air Terjun Putuk Truno Pasuruan Kompasiana
Comments
Loading...