Larangan Menikah Bagi Orang Jawa

0 363

Larangan Menikah Bagi Orang Jawa

Larangan-larangan yang harus dihindari bagi orang di Jawa pada saat akan melangsungkan suatu pernikahan ialah :

1. Pernikahan Jilu ( Siji Karo Telu).

Bagi orang yang berada di Jawa Timur pernikahan ini sebisa mungkin dihindari.. Pernikahan “Jilu” adalah istilah pernikahan di Jawa di mana pasangan yang akan menikah merupakan anak pertama dan anak ketiga.

2. Pernikahan di Bulan Syuro.

Masyarakat Jawa Bulan Syuro merupakan bulan yang dikeramatkan. Pada bulan ini masyarakat Jawa banyak yang percaya tentang mitos terkait ratu pantai selatan atau yang lebih di kenal dengan nama ” Nyi Roro Kidul” tengah melangsungkan hajatan.  Sehingga bila ada orang yang melangsungkan pernikahan di bulan ini sebaiknya di hindari saja.

3. Jika Rumah Berhadapan di Larang Menikah.

Apabila rumah dari calon mempelai saling berhadapan maka, ada larangan untuk melangsungkan pernikahan. Para orang tua khususnya di Jawa banyak yang masih percaya mitos tersebut. Selain itu mempelai juga akan mengalami hal yang buruk.

4. Posisi Rumah Pasangan.

Adat Jawa memang kental sekali akan hal-hal mistis. Hingga keberadaan rumah pun juga tak luput dari mitos.

5. Siji Jejer Telu ( Satu Berjajar Tiga )

Berbeda dengan “Jilu” siji jejer telu artinya ialah  jika pasangan yang akan menikah sama- sama anak pertama serta salah satu orang tua dari pasangan juga merupakan anak pertama, sehingga jika disusun dalam angka menjadi 111 atau satu berjajar tiga.

6. Larangan Menikah Jawa-Sunda.

Sebagian masyarakat Jawa masih juga ada yang mempercayai mitos tersebut. Yang mana jika hal ini dilanggar maka hidupnya akan sengsara. Sejarah dari munculnya mitos ini berasal dari kisah jaman dahulu yaitu terjadinya perang babat antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda.

Akan tetapi, itu tergantung pada kita sendiri saja bagaimana cara kita mempercayai atau tidak, hal tersebut hanya sekedar pengetahuan yang biasanya masih beredar di sekitar masyarakat tersebut.

Source Larangan Menikah Bagi Orang Jawa kepitingOnline
Comments
Loading...