Langendriyan Damarwulan Ratu

0 132

Langendriyan Damarwulan Ratu yang merupakan sebuah dramatari atau opera Jawa yang didalamnya menceritakan tentang perjalanan hidup Damarwulan dari pekathik sampai menjadi Raja Majapahit. Damarwulan adalah putra Patih Mangundara, awalnya hanya ingin mengabdi kepada Kerajaan Majapahit yang diterima Patih Logender (pamannya), meskipun hanya dipekerjakan sebagai pekathik perawat kuda.

Dalam perjalanannya, anak Patih Logender yang bernama Anjasmoro jatuh cinta kepadanya dan ini menjadi sebuah keuntungan bagi Damarwulan menuju Ratu Kencana Wungu, dia diberi kepercayaan untuk menaklukan pemberontakan Minak Jinggo, Adipati Blambangan oleh Ratu Kencana Wungu. Atas jasa kedua istri Minak Jinggo yaitu Juwitawati dan Juwitaningrum akhirnya Minak Jinggo dapat ditaklukan dan Damarwulan menjadi suami Kencana Wungu serta diangkat menjadi Raja Majapahit bergelar Prabu Brawijaya.

Tarian ini ditarikan dalam acara Langendriyan di Ndalem Mangkubumen. Universitas Widya Mataram oleh  Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram pada hari Rabu, tanggal 5 Desember 2018 mulai pukul 19.30 wib.

Pagelaran Langendriyan gaya Yogyakarta ini, diadakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta selama tiga hari dari tanggal 5 -7 Desember 2018 yang diikuti oleh 6 Sanggar besar yang ada di DIY yaitu Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram, Yayasan Siswa Among Beksa, Perkumpulan Tari Kridha Beksa Wirama, Yayasan Pamulangan Beksa Sasmita Mardawa, Paguyuban Kesenian Suryo Kencono dan Irama Tjitra.

Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram adalah sebuah sanggar tari klasik gaya Yogyakarta dan tari modern yang berdiri pada tanggal 9 Juli 1984 yang didirikan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn. Sanggar tari ini mempunya base camp di jalan Gedongkiwo MJ I/886 Yogyakarta 55142- Indonesia.

Langendriyan gaya Yogyakarta diciptakan oleh KGPA Mangkubumi, puta Sri Sultan HB VI yang ide ceritanya biasanya diambilkan dari serat Damarwulan yang mana penarinya merupakan putra dan putri. Ciri khas dari Langendriyan gaya Yogyakarta dalam hal gaya penampilannya biasanya disebut dengan Joged Jengkeng, dimana posisi pemainnya dalam membawakan perannya dengan berjongkok berlutut, dalam bahasa Jawa disebut Jengkeng dengan ragam gerak tari klasik gaya Yogyakarta.

Dalam tarian ini juga menggunakan dialog tembang antar tokoh dalam cerita ini, dialog tersebut mengunakan tembang Macopot yang dibawakan secara perorangan maupun secara bergantian.

Dalam tarian ini juga memasukan unsur-unsur gerak tarian anak yang dilakukan anak-anak sebagai kuda. Tarian klasik bagi anak-anak adalah sesuatu yang sangat menjemukan, tapi Sanggar Retno Mataram membuat sebuah kemajuan, dimana anak-anak ini diajak menari klasik tapi dalam dunia mereka.

Busana yang dikenakan pada Langendriyan Damarwulan Ratu ini juga mengalami perkembangan jaman, artinya tidak seperti pada busana wayang wong pada umumnya, artinya sudah di garap yang disesuaikan dengan karakter pemain yang ditampilkan.

Harapan diadakan Pagelaran Langendriyan ini adalah kita lebih mencintai dunia seni dan budaya kita yang sangat kaya, karena dari akar seni dan budaya inilah kita mempunyai pondasi yang sangat kuat untuk kemajuan Bangsa Indonesia. Ini merupakan harta karun non bedawi bagi Bangsa Indonesia.

Source https://myimage.id https://myimage.id/langendriyan-damarwulan-ratu/
Comments
Loading...