Lais, Kesenian Akrobatik Asli Garut Yang Penolak Punah

0 75
Sejarah Kesenian Lais

Kesenian Lais diambil dari nama seseorang yang sangat terampil dalam memanjat pohon kelapa yang bernama Laisan, yang sehari-hari dipanggil Pak Lais. Lais ini sudah dikenal sejak zaman Penjajahan Belanda. Tempatnya di Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut. Atraksi yang ditontonkan mula-mula pelais memanjat bambu lalu pindah ke tambang sambil menari-nari dan berputar di udara tanpa menggunakan sabuk pengaman.

Pertunjukan Kesenian Lais 

Atraksi yang dilakukan oleh pemain yakni, mula-mula pelais memanjat bambu lalu pindah ke tambang sambil menari-nari dan berputar di udara tanpa menggunakan sabuk pengaman dengan diiringi musik reog dan terompet. Lais dimainkan dengan menggunakan dua batang bambu sepanjang 12 meter sampai dengan 13 meter, seutas tali tambang, dan iringan musik dari para nayaga. Pemain Seni Lais melakukan atraksi akrobatik diatas tali yang dihubungkan di antara kedua batang bambu tadi, dari mulai berjalan, tiduran dan bersantai, hingga membelah buah kelapa dengan golok. Semua ini dilakukan tanpa alat pengaman apapun. Namun, pemain Lais tidak tampak takut, malah seringkali bertingkah lucu sekaligus mendebarkan, karena tingkat bahayanya itulah, kesenian Lais ini selalu mengundang decak kagum penonton. Dalam perkembangannya, kesenian ini ternyata disukai masyarakat. Banyak orang yang sengaja mengundang grup kesenian lais untuk berbagai acara hiburan. Bahkan kesenian ini sempat diundang oleh masyarakat di luar Garut, seperti ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra. Salah satu grup kesenian lais yang sampai sekarang masih hidup berasal dari Desa Cisayad, Kecamatan Cibatu, Garut.

Dalam pertunjukkan lais, grup ini menggunakan iringan kesenian dogdog atau kendang penca. Pada awalnya  ditampilkan reog atau lawakan, kemudian pemain lais naik ke atas bambu dan melakukan berbagai atraksi di atas tambang bertelungkup, berputar, tiduran, jungkir balik, berjalan dengan satu tangan, atau turun dari atas bambu dengan kepala di bawah. Walaupun banyak diminati oleh masyarakat ternyata kesenian lais langka dan sakral. Setiap pemain yang akan beraksi harus menyiapkan sajen terlebih dahulu, seperti membakar kemenyan, menyiapkan kelapa muda pada pohon bambu yang ditanam. Kelangkaan ini disebakan karena jika bapaknya pelaku kesenian lais, maka anaknya tidak bisa langsung menjadi generasi penerus pemain lais, harus menunggu satu generasi terlebih dahulu.

 

Source Lais, Kesenian Akrobatik Asli Garut Yang Penolak Punah Lais, Kesenian Akrobatik Asli Garut Yang Penolak Punah Lais, Kesenian Akrobatik Asli Garut Yang Penolak Punah

Leave A Reply

Your email address will not be published.