Labuhan Hondodento Parangkusumo

0 82

Labuhan Hondodento Parangkusumo

Labuhan Hondodento merupakan tradisi labuhan yang diselenggarakan oleh Trah Hondodento di kawasan Pantai Parangkusumo. Pada pertengahan bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Tradisi labuhan ini diselenggarakan secara turun temurun oleh keturunan Hondodento.

Telah tersebar di beberapa kota di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Penyelenggaraan Labuhan Hondodento ini cukup meriah dan menjadi daya tarik wisata. Karena terdapat acara hiburan seperti kirab dan pertunjukan wayang kulit terlebih dahulu.

Lokasi Labuhan Hondodento berada di kawasan Pantai Parangkusumo Parangtritis yang terdapat Cepuri Parangkusumo. Untuk menuju pantai ini cukup mudah dengan menyusuri jalan berpaving ke arah barat dari kawasan Pantai Parangtritis hingga tiba di sebuah area pantai yang terdapat gapura kraton. Lokasi Cepuri Parangkusumo yang dimaksud berada di dalam kompleks gapura tersebut.

Prosesi Labuhan Hondodento dimulai dengan kirab peserta labuhan lengkap dengan uba rampe yang dibawa dari pendopo Cepuro Parangkusumo menuju ke arah Pantai Parangkusumo Parangtritis. Barisan paling depan adalah barisan Bregodo Paksi Katon diikuti dengan para wanita pembawa sesaji yang dinaungi payung kebesaran dan paling belakang para peserta lainnya.

Saat tiba di tepi Pantai Parangkusumo, peserta kirab duduk bersila menghadap ke arah laut dengan formasi yang telah ditentukan. Para wanita pembawa sesaji dinaungi payung kebersaran duduk paling depan. Pada baris selanjutnya diisi oleh wanita pembawa tabur bunga. Barisan selanjutnya diisi oleh peserta Labuhan Hondodento yang datang dari berbagai daerah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Acara Labuhan Hondodento dimulai dengan pembacaan riwayat Trah dan Yayasan Hondodento. Acara selanjutnya adalah ritual doa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dipimpin oleh juru kunci Pantai Parangkusumo.

Acara doa tersebut diikuti dengan ritual caos dhahar kepada penguasa laut selatan yang diwakili oleh pengurus Yayasan Hondodento dan perwakilan dari tiap kota seperti Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Ponorogo, Bantul, dan sebagainya.

Ritual tabur bunga di tepi Pantai Parangkusumo dan ritual melarung ubarampe dan sesaji merupakan acara puncak Upacara Labuhan Hondodento ini. Barisan pembawa sesaji dan ubarampe mulai bersiap-siap dengan membentuk barisan untuk menuju ke arah laut atau mendekati ombak.

Petugas SAR membantu prosesi ini dengan membawakan sesaji dan umbarampe ke arah laut. Dibelakang petugas SAR yang membawa sesaji dan ubarampe diikuti oleh para wanita yang menebarkan bunga ke arah depan atau laut.

Ribuan pengunjung yang hadir dalam Upacara Labuhan Hondodento langsung bergerak menuju ke arah laut untuk merebut sesaji dan ubarampe yang dilarung. Ombak yang saat itu sedang pasang tidak menurunkan nyali para pengunjung yang ingin mencari berkah dari ubarampe tersebut.

Petugas SAR nampaknya harus bekerja keras mengamankan lokasi agar tidak terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan korban. Selesai ritual melabuh sesaji dan ubarampe, rombongan peserta Labuhan Hondodento kembali menuju ke pendopo Cepuri Parangkusumo dan para penonton sedikit demi sedikit meninggalkan lokasi.

Source https://teamtouring.net/ https://teamtouring.net/labuhan-hondodento-parangkusumo-bantul.html
Comments
Loading...