Kolecer, Permainan Tradisional

0 7

Kolecer, Permainan Tradisional

Di kabupaten Subang ditemukan kolécér yang panjangnya mencapai 6-8 meter dan di daerah ini pada musim angin, hampir semua orang memasang kolécér bahkan banyak tempat yang dinamakan pasir kolécér yaitu bukit tempat kolécér itu di mainkan. Di wilayah ini pula ada kolécér yang merupakan warisan turun- temurun. Para penduduk yang kerja di luar wilayah biasanya pada saat musim angin pulang dahulu untuk memasang kolécér.

Unsur rekreasi yang didapat dari kolécér adalah suara yang dihasilkan dari gerak kolécér tersebut. Dalam istilah sunda “nyeguk” tekanan angin yang kuat memutarkan kolécér tersebut sampai melengkung ke belakang dan ketika angin melemah gerakan kolécér kembali tersentak ke depan dan berbunyi “wuuk” suara yang dihasilkan itu yang menjadi kebanggaan pemiliknya. Semakin keras suara yang dihasilkan semakin bagus kualitas dari kolécér tersebut. Kesukaan masyarakat terhadap kolécér juga menyebabkan permainan ini mempunyai tahapan untuk mencapai sebuah kolécér yang sempurna di mulai dari masa anak-anak dengan berbagai tahapan pembelajaran membuat dan memainkan kolécér tersebut.

Pada proses bermain  kolécér, seorang anak  melalui proses tahapan pembelajaran yaitu dari mulai kolécér palang dua, berupa daun kelapa yang dilepas lidinya, daun yang berbentuk memanjang dijadikan kolécér dengan cara memotong menjadi pendek dengan panjang 10-12 cm. Pada tengahnya ditimbang dengan cara memakai jari telunjuk mencari titik keseimbanganya, dan letak jari telunjuk pada saat terjadi keseimbangan itu yang akan menjadi tengah dari kolécér tersebut.

Di tengahnya dipasang pelepah singkong yang dilubangi, dengan cara membersihkan bagian dalamnya, lalu dipasangkan tepat pada titik tengahnya. Lidi dari sisa kolécér tersebut dipakai sebagai gagang putaran. Dan dipakai pembatas dari pelepah singkong lagi. Pada tahapan selanjutnya yaitu  malincang kolécér yaitu memelintirkan daun kolécér tersebut yang bagian kanan diputar ke kanan bawah dan yang bagian kiri diputar ke kiri atas. Bentukan tersebut yang menahan angin dan menjadi kolécér itu berputar.

Untuk kolécér palang empat, ada 3 macam bentuk kolécér yang pertama mirip dengan palang dua tetapi pada bagian kanan dan kiri antara bolong tengah daun tersebut disobek sejajar, dan dimasukan satu palang lagi. Proses selanjutnya sama malicang dan memakai gagang. Bentuk lainnya pada kolécér palang dua yaitu dengan menganyam bagian tengah dari kolécér dan pada tengah kolécér menjadi ada bentuk kotak. Bilah  lebih panjang dan dilipat menjadi dua, dari dua tersebut menjadi palang kolécér tersebut sehingga  menjadi palang empat. Pada pertengahan lipatan empat tersebut membentuk lubang sehingga tinggal memasukan lidi untuk gagang. Bentuk lainnya hampir mirip dengan bentuk pertama, hanya gagangnya memakai lidi utuh yang pada ujungnya disisakan potongan daunnya sebagai penahan kolécér.

Source https://budaya-indonesia.org/Kolecer/ https://budaya-indonesia.org/Kolecer/
Comments
Loading...