Klana Raja Gagah Paguyuban Kesenian Suryo Kencono

0 10

Klana Raja Gagah merupakan sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang mengisahkan tentang seorang Raja yang tengah di rundung asmara terhadap seorang putri  yang cantik jelita, sehingga Raja ini senantiasa berbenah busana (muryani busana) agar nampak berwibawa dan menawan, tarian ini hampir sama dengan tari golek yang merupakan  tari klana versi putri. Tarian ini adalah ciptaan dari KRT. Soenartomo Tjondroradono pada tahun 1972. Memang sementara ini banyak masyarakat umum mengetahuinya tarian ini merupakan tarian ciptaan dari KRT.  Sasmintodipuro (Romo Sas), tetapi ada bukti dalam bentuk dance script yang nyata yang dipunyai oleh anak dari KRT. Soenartomo Tjondroradono (Dr. Kuswarsatyo, M.Hum atau lebih dikenal dengan Doktor Jhatilan) bahwa ternyata Tari Klana Gagah ini merupakan ciptaan dari KRT. Soenartomo Tjondroradono.

Paguyuban Kesenian Suryo Kencono berdiri pada tanggal 29 Juni 1979 di Ndalem Suryowijayan. Nama  Suryo Kencono yang memiliki makna dan filosofis yang dalam, Suryo berarti cahaya sedangkan Kencono berarti emas atau logam yamg tidak pernah/bisa berkarat jadi tetap bercahaya sepanjang masa. Payuban ini selain memberikan pelatihan tari klasik juga memberikan latihan karawitan serta ketoprak (jarang dilakukan karena satu dan lain hal). Secara umum Tari Klana Raja Gagah memang berbeda dengan Tari Klana Alus, secara mudah untuk membedakan keduanya dengan melihat busana yang dikenakan dimana Tari Klana Alus pada bagian kepala ada bulunya, seperti tari golek jaman sekarang, serta geraknya, dimana Tari Klana Raja Gagah ketika mengangkat kakinya lebih tinggi.

Tarian ini sebenarnya merupakan tarian tunggal, tetapi kali ini ditarikan secara berkelompok sebanyak 4 orang, hal ini disebabkan untuk lebih mengapreasikan jiwa seni para anggota Paguyuban Kesenian Suryo Kencono agar lebih banyak untuk tampil di kalayak umum serta menambah jam tari lebih banyak, dengan demikian mereka merasa di hargai apreasinya yang menyebabkan mereka lebih bersemangat untuk ikut melestarikan dan mengembangkan tari klasik gaya Yogyakarta.Komposisi gerak tarian ini diawali dengan maju gendhing dengan pola lantai selalu bentuknya Y, dimana geraknya di tengah kemudian samping kanan dan samping kiri. Gerak maju gendhingnya menggunakan kinantang, ulap-ulap yang kemudian dilanjutkan dengan gerak muryani busono sampai selesainya tarian ini.

Busana yang dikenakan pada tarian ini memakai irah-irah yang disebut tropong, probo sebagai identitas seorang bisa terbang dengan memakai sampur 2 buah di pinggang dan dileher, kaweng, boro, buntal dengan memakai jarik parang barong dengan motip ceplok gordo. Riasan yang dipakai menggunakan riasan gagahan yang didominasi warna merah dan yang jelas lebih tebal dibandingkan dengan Klana Alus, mulai dari brengos (kumis) sampai dengan alis, semuanya tebalGending yang mengiringi memakai Juru Demung. Antara Tari  Klana Raja Gagah satu dengan yang lain memang iringan gendhingnya bisa berbeda sesuai dengan creator tarinya, tapi rata-rata yang sering digunakan untuk tarian ini memakai gendhing Juru Demung. Dengan semakin banyaknya ragam tari klasik yang terus di lestarikan dan dikembangkan para seniman-seniman di Indonesia, khususnya yang konsisten di bidangnya, maka akan dapat menambah khasanah seni dan budaya Indonesia makin beragam yang semuanya mengikuti perkembangan jaman.

Source https://myimage.id https://myimage.id/klana-raja-gagah/

Leave A Reply

Your email address will not be published.