Kitab Utarakanda

0 34

Kitab Utarakanda

Kitab Utarakanda ini merupakan bahasa prosa dan banyak pula kalimat Sansakerta yang diterjemahkan dalam bahasa Jawa Kuno. Dalam bagian permulaan juga disebutkan nama raja Dharmawangsa-teguh. Ceritanya dipetik dari Ramayana-Walmiki bagian akhir. Menurut para ahli, kitab Utarakanda ini adalah gubahan baru. Di dalamnya menceritakan berbagai hal di antaranya : adanya raksasa-raksasa, nenek moyang Dasamuka, lahirnya Dasamuka dengan sikapnya yang tidak sopan kepada para dewa serta pendeta-pendeta. Cerita Arjunasasra-bau juga terdapat di dalamnya.

Pokok cerita mengisahkan dewi Sinta yang ketika itu kembali ke Ngayodya, timbul rasa kurang senang di kalangan rakyatnya. Mereka berpendapat, “ sudah sekian lamanya tinggal dengan musuh, mengapa masih tetap diterima disini.” Karena Rama mengikuti kemauan rakyatnya, maka Rama menceraikan Sinta dan mengusirnya, padahal saat itu Sinta sedang hamil. Dalam pertapaannya yang dalam keadaan serba menyedihkan, Sinta melahirkan anak kembarnya yang diberi nama Kusa dan Lawa. Merekalah yang kemudian diberi pelajaran oleh sang Walmiki tentang kehidupan ayahnya, Prabu Rama, yang kemudian tersusun menjadi kitab Ramayana. Suatu hari, Ketika Sinta dipanggil kembali ke istana, tiba-tiba bumi retak dan Sinta terperosok ke dalamnya, dan tanah tertutup kembali. Maka matilah Sinta. Tak lama setelah itu, Prabu Ramapun mati merana.

Source http://silviaottinugraheni.blogspot.co.id http://silviaottinugraheni.blogspot.co.id/2014/07/kritik-sastra.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.