Kitab Jawa Kuno Yang Tergolong Baru

0 270

Kitab – Kitab Jawa Kuno Yang Tergolong Baru

Perbedaan kitab-kitab jawa kuno lama dan kitab-kitab jawa kuno baru adalah Kitab Jawa kuno yang lebih tua memiliki induk karangan, sedangkan pada kitab jawa kuno yang tergolong baru tidak memiliki induk karangan.Dan juga dalam kitab jawa kuno lama tidak menceritakan cerita tanah jawa.Namun pada kitab jawa kuno baru, menceritakan cerita tentang tanah jawa. Berikut adalah Kitab jawa kuno baru yang meninduk pada kitab jawa kuno lama ialah :

Brahmandapurana,Kakawin

Kitab ini merupakan kitab yang berbahasa prosa,ditulis dengan cara berirama dan disingkat.Ceritanya memang tidak baru,namun bahasanya menunjukan kitab baru. Kitab ini menceritakan tentang puteri raja yang sudah berusia lanjut bernama Sri Praketewirya .Kitab Brahmandapura dicetak dengan huruf latin oleh Prof.J.Gonda satu jilid dengan kitab Brahmandapura.

Kundjarakarna,Kakawin

 Kitab ini berbahasa sangat indah akan tetapi tidak tergolong bahasa baru. Namun kitab ini belum dicetak ulang.

Nagarakretagama,Kakawin

Kitab ini menceritakan tentang Kerajaan Majapahit Hayam Wuruk sebagai rajanya yang bertahta dari pada tahun saka 1272-1311 atau pada tahun 1350-1389 M. Kitab ini ditulis dengan bahasa yang indah oleh sang prapanca pada tahun saka 1287. Kitab ini sekarang sudah dicetak. Pertama menggunakan huruf Bali, Kemudian untuk kedua kalinya dengan huruf latin, lalu diterjemahkan kedalam bahasa Belanda oleh Prof.Kern menggunakan bantuan dari catatan Dr.Krom.

Ardjunawidjaja,Kakawin

Kitab ini mengambil pokok cerita dari kitab Uttarakanda,ditulis oleh mpu Tantular pada saat raja Hayam Wuruk sudah lanjut usia. Artinya kitab Negarakertagama usianya lebih tua daripada kitab ini. Inti ceritanya adalah Prabu Dasamuka yang beperang melawan kakaknya sendiri yakni Prabu Waisrawana atau Prabu Dhanaraja, kemudian peperangan Prabu Dasamuka dengan Sri Arjuna Sasrabahu, hingga penawanan Dasamuka.

Sutasoma atau Purusada-Santa, Kakawin

Kitab ini ditulis pada massa pemerintahan Raja Hayam Wuruk namun kitab ini tidak lebih tua dari negarakertagama. Kitab Mahabarata dan Ramayana merupakan induk dari kitab ini.

Parthajadnja, Kakawin

Dari perkataan-perkataannya dapat disimpilkan bahwa kitab ini seusia dengan kitab Ardjunawidjaja dan Sutasoma.Kitab ini kemungkinan diruliskan pada jaman Majapahit akhir sampai akhir.Kitab ini mengisahkan kehidupan Pandhawa yang kalah dalam permainan dadu melawan Kurawa.Dan Pandhawa akhirnya dihukum oleh Kurawa dengan dibuang ke tengah rimba selama 12 tahun.

Nitisastra, Kakawin

Maksud yang terkandung dalam kitab ini putus-putus.Biasanya satu hal dibicarakan dalam satu bait.Kitab Nitisastra sudah beberapa kali dicetak.Pertama kalinya adalah dicetak oleh P.P.Roorda dengan huruf jawa bertinta merah, tafsirannya dalam bahasa jawa baru ditulis dengan tinta hitam.Pada tahun 1871 kitab ini atas perintah pemerintah kembali dicetak.kitab ini memuat sisipan baru dan terdapat tafsiran juga.Untuk sekarang ini, kitab Nitisastra berisi 15 pupus dengan jumlah baitnya 120 dan itu sudah dicetak dengan huruf latin beserta terjemahannya dalam bahasa Belanda dan sedikit penjelasan.

Nirarthaprakreta, Kakawin

Kitab ini memuat ilmu mystic. Dalam kitab ini tidak hanya memaparkan bahwa manusia memiliki sikap bijaksana namun juga memiliki sifat jahat. Mengenai hal mistik yang dimuat dalam cerita ini, mudah dipahami dan jelas dipaparkan. Kitab ini ditulis pada tahun saka 1381dan tahun 1459 Masehi.

Dharmasunya, Kakawin

Kitab ini bahasannya sangat jelek karena penulisnya tidak mahir menggunakan bahasa jawa kuno,kitab ini tidak memuat pelajaran-pelajaran filsafat dan mistik. Di sini tidak terdapat nama pengarang dan ditulis pada tahun saka 13043 ataupun 1340 ataupun 1382 atau 1418 masehi.

Harisraja, Kakawin

Kitab ini bukan kitab yang membahas tentang pelajaran, seperti yang banyak dibicarakan pada kitab sebelumnya mengenai tokoh. Kitab ini diambil dari kitab uttarakanda yang menceritakan tentang 3 raksasa yakini Sang Mali, Sumali, dan Sang Malyawan.

  • Kritisi: di dalam bab inipun masih sama,ejaan menggunakan ejaan kuno yang susah dalam membacannya. Terdapat pula bahasa jawa kuno yang tidak diketahui artinya.
Source http://sulistiyowatiss.blogspot.co.id http://sulistiyowatiss.blogspot.co.id/2014/06/kritisi-buku-kepuastakaan-jawa.html
Comments
Loading...