Kisah Ratu Kalinyamat Sang Penguasa Jepara

0 89

Kisah Ratu Kalinyamat Sang Penguasa Jepara

Ratu Kalinyamat lahir  kira-kira lima abad sebelum Kartini. Belum ditemukan sumber sejarah yang menyebut angka kelahirannya secara pasti, namun dalam Babad Tanah Jawi disebutkan bahwa ia merupakan putri Pangeran Trenggana dan cucu Raden Patah, sultan Demak pertama. Bernama asli Ratna Kencana, sumber tradisional Jawa menyebutkan bahwa ia menggantikan suaminya Pangeran Hadiri, menjabat sebagai raja di Jepara.

Ia tidak pernah menyangka bahwa kematian suaminya membawa ia pada babak yang sama sekali baru dalam hidupnya. Dari sinilah semuanya di mulai.

Sepeninggal mendiang suaminya, internal kerajaan Demak diwarnai konflik kekuasaan. Karakternya yang kuat membuat ia dipercaya menjadi tokoh sentral dalam penyelesaian konflik keluarga tersebut. Peran yang dilakukan ini menunjukkan kemampuannya yang melebihi tokoh lain dalam menghadapi disintegrasi Kerajaan Demak. Namanya semakin populer di seantero Jepara.

Mendiang suaminya tidak meninggalkan anak ketika ia pergi. Untuk mengisi kekosongan tersebut ia mengasuh anak dari adiknya, Pangeran Timur yang nantinya menjadi adipati di Madiun. Selain itu sejarah Banten juga mencatat bahwa Kalinyamat mengasuh Pangeran Arya, putera dari Maulana Hasanuddin, Raja Banten tahun 1500-an yang nantinya akan menjadi pengganti Ratu Kalinyamat memerintah Jepara. Ia juga memiliki putri angkat bernama Dewi Wuryan, putri Sultan Cirebon.

Selain menjadi tumpuan bagi keluarga besar Kerajaan Demak, Ratu Kalinyamat juga digambarkan sebagai single-parent yang bertanggung jawab atas kehidupan anak asuh dan kemenakannya. Dua peran sekaligus dalam sekali dayung.

Sejak tahun 1500-an, Jepara sudah diperkirakan menjadi kota dagang penting. Aktivitas kelautan dan perdagangan padat, khususnya yang mengarah ke Maluku atau Malaka. Di bawah Ratu Kalinyamat, strategi pengembangan Jepara diarahkan pada penguatan sektor perdagangan dan angkatan laut. Untuk pertahanan, Jepara menjalin kerja sama dengan Johor, Aceh, Banten, dan Maluku. Satu aktivitas yang pada masanya jarang dilakukan kaum perempuan.

Tidak hanya sampai di sana, selama 30 tahun kekuasaannya (1549-1579) Ratu Kalinyamat telah berhasil membawa Jepara pada puncak kejayaan dengan amannya wilayah Kalinyamat dan Prawata yang bebas dari ancaman manapun. Sumber Portugis menyebutkan bahwa Jepara saat itu sudah menjadi kota pelabuhan terbesar di pantai utara Jawa dan memiliki armada laut yang besar dan kuat pada abad ke-16. Bahkan ia mampu menampung kapal besar bermuatan 200 ton lebih.

Sepak terjang Ratu Kalinyamat jauh melampaui zamannya. Sesuai jabatannya, ia mempunyai pengaruh kuat di bidang politik dan militer. Ia diminta banyak kerja sama militer, salah satunya oleh Raja Johor dalam mengusir Portugis pada tahun 1550. Menyetujui hal tersebut, ia mengirimkan 40 armada kapal yang berisi empat sampai lima ribu prajurit.

Semangat membela tanah air dan melawan Portugis terus berkobar di hati perempuan ini. Lewat lautan, ia terus menggempur Portugis yang berada di Malaka, salah satunya pada tahun 1574. Dibandingkan ekspedisi pertama yang bekerja sama dengan Raja Johor, kali ini ia mengirim armada yang jauh lebih besar yaitu terdiri dari 300 buah kapal layar dengan 15.000 prajurit pilihan, sekaligus dilengkapi dengan banyak perbekalan, meriam dan mesiu.

Tidak ada motivasi politik macam-macam dari Ratu Kalinyamat saat itu. Kegigihannya membantu melawan Portugis, menurut catatan sejarah adalah untuk melindungi kepentingan perdagangan suku-suku bangsa dari berbagai daerah di Nusantara yang sudah lebih dahulu beraktivitas di sana. Popularitasnya sebagai kepala pemerintahan tidak hanya dikenal di kawasan Nusantara bagian barat saja, tetapi juga Nusantara bagian Timur. Ratu Kalinyamat merupakan sosok pengecualian yang berhasil keluar dari citra perempuan Jawa pada masanya.

Source Kisah Ratu Kalinyamat Sang Penguasa Jepara GoodNews From Indonesia
Comments
Loading...