Kisah Mitos Batu Cinta Ratu Kidul di Pantai Parangkusumo Bantul

0 198

Kisah Mitos Batu Cinta Ratu Kidul di Pantai Parangkusumo Bantul

Pantai Parangkusumo di Bantul adalah sisi lain DI Yogyakarta yang menarik. Tidak hanya karena punya gumuk pasir, di sana juga ada batu keramat dengan mitos Ratu Kidul. Di kawasan itu ada dua buah batu yang disebut Selo Gilang sebagai tempat pertemuan antara pendiri dinasti Mataram Panembahan Senopati dengan penguasa pantai selatan Kanjeng Ratu Kidul. Dua buah batu itu juga sering disebut dengan ‘Batu Cinta’.


Parangkusumo terletak tidak jauh dari kawasan Parangtritis. Tepatnya di sebelah barat atau sebelum masuk wilayah Pantai Parangtritis. Jarak dari Kota Yogyakarta menuju kawasan tersebut lebih kurang 30-an km. Kawasan Parangkusumo lebih banyak dikenal sebagai tempat tujuan para peziarah terutama di bulan Sura berdasarkan kalender penanggalan Jawa. Sedangkan pada hari-hari biasa, kawasan itu ramai pengunjung pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Di sekitar kawasan itu, ada banyak penjual bunga setaman atau bunga tabur, dupa dan kemenyan.

Selain Pantai Parangkusumo, sebuah tempat yang dikenal sakral yang banyak di datangi peziarah adalah Cepuri Parangkusumo. Tempat itu, ada mitos yang dipercaya sebagai tempat pertemuan antara pendiri dinasti Mataram, Danang Sutawijaya yang kemudian bergelar Panembahan Senopati dengan penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Di Cepuri Parangkusumo seluas lebih kurang 80 meter persegi yang dikelilingi tembok itu terdapat dua buah batu hitam besar. Dua buah batu besar itu merupakan tempat bertemunya Panembahan Senopati saat bertapa dengan Kanjeng Ratu Kidul yang kemudian terjadi kontrak perkawinan politik antara keduanya.

Kontrak politik dengan mitos adanya perkawinan antara Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul yang kemudian diteruskan oleh raja-raja dinasti Mataram terutama Kasultanan Yogyakarta sampai sekarang. Sampai sekarang Keraton Yogyakarta selalu menggelar prosesi labuhan setiap tahunnya. Batu ini konon tempat pertemuan Raja Mataram dan Ratu Kidul

Menurut Widodo salah satu juru kunci Cepuri Parangkusumo “Cepuri Parangkusumo itu dipercaya sebagai pintu gerbang menuju Keraton Kidul”.

Dua buah batu gilang itu lanjut dia, dipercaya sebagai tempat duduk bertemunya Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul. Batu gilang yang berada di sisi utara adalah tempat duduk Panembahan Senopati. Sedangkan batu gilang satunya lagi yang lebih kecil berada di selatannya adalah tempat duduk Ratu Kidul. Para peziarah dari berbagai daerah bila datang ke tempat ini biasanya berdoa atau tirakat di depan batu gilang tersebut. Mereka setelah itu kemudian menaburkan bunga setaman di kedua batu tersebut.

Menurutnya pada saat prosesi labuhan, setelah doa bersama di cepuri dilanjutkan dengan melarung berbagai sesaji ke pinggir Pantai Parangkusumo. Namun biasanya para peziarah cukup berdoa atau tirakat di cepuri saja.

“Paling ramai peziarah kalau malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, hari biasa tidak terlalu ramai tapi juga banyak yang datang,” katanya.

Selain Cepuri Parangkusumo di belakangnya atau di sebelah utara terdapat hamparan batu karang warna kecoklatan yang memanjang seperti ular raksasa. Batu karang yang dulunya adalah batuan aliran magma dari perut bumi itu sudah mengeras itu disebut Cepuri Parang Anom. Namun para peziarah lebih banyak berziarah di dua buah batu gilang yang ada di Cepuri Parangkusumo.

Source Kisah Mitos Batu Cinta Ratu Kidul di Pantai Parangkusumo Bantul Detik Travel
Comments
Loading...