Kisah Dibalik Tradisi Udik – Udikan Pada Masyarakat Pekalongan

0 86

Tradisi udik-Udikan sendiri adalah tradisi turun temurun dari kebudayaan Pekalongan, dimana membagikan uang receh dengan cara disebarkan. Tradisi ini sangat dipercaya untuk kelahiran seorang bayi yang ditunggu – tunggu.

Acara ini sangat ramai oleh warga masyarakat Pekalongan yang ditunggu- tunggu untuk membagikan uang receh. Selain ditunggu untuk menyebarkan uang receh, yang ditunggu adalah pembagian bubur merah putih dan nasi bungkus. Jadi antusias warga masyarakat Pekalongan sangat besar dalam acara tradisi udik – udikan tersebut.

Tradisi Udik- Udikan

Bagi anak zaman sekarang mungkin masih terdengar asing, mengenai tradisi udik – udikan. Sebenarnya saya sendiri kurang begitu paham, tapi saya jelaskan yang saya tahu mengenai tradisi udik – Udikan ( pembagian uang receh).

Tradisi udik – Udikan adalah sebuah kegiatan sedekah dengan cara menebarkan uang receh dikerumunan masa atau kelompok. Biasanya uang tersebut dicampur dengan beras kuning dan kembang. Biasanya uang yang lazim dibagikan adalah uang sekitar 100, 200, 500, dan 1000.

Adapun yang memakai cara uang tersebut digulungkan, lalu dimasukkan disedotan, dan disebarkan uang tersebut kedalam kerumunan massa atau kelompok.

Pada zaman tahun 1950  tradisi udik – Udikan itu diadakan pada acara keberangkatan haji atau sepulang dari haji pada warga masyarakat dahulu. Namun perkembangan zaman tradisi udik- Udikan itu bisa digunakan peringatan untuk syukuran anak yang baru lahir.

Comments
Loading...