Kirab Tebu Manten

0 89

Kirab Tebu Manten

Sepasang tebu yang didandani atau dihias bak pengantin dikirab mengelilingi kompleks Pabrik Gula Madukismo di Dusun Padokan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Sepasang tebu pengantin tersebut dinamakan Kyai Sukro dan Nyai Kasih. Kyai Sukro merupakan tebu yang dipilih di lahan pertanian di Magelang sedangkan Nyai Kasih merupakan tebu yang dipilih di lahan pertanian Sedayu, Bantul. Ketika kirab sampai di Masjid An Nur, maka sepasang pengantin tersebut diijab atau dinikahkan layaknya pengantin manusia.

Kirab Tebu Manten bisa dikatakan sebagai puncak dari seluruh acara cembengan yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat. Kemeriahan kirab dan tampilan Tebu Manten yang unik menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikannya. Tidak pelak saat acara ini dilaksanakan, maka hampir seluruh ruas jalan di sekitar PG Madukismo macet total.

Keseluruhan acara ini di samping memberikan hiburan dan kegembiraan pada warga masyarakat, juga menjadi salah satu cara untuk bersyukur dan mohon berkat serta rahmat dari Tuhan agar seluruh proses giling-suling PG Madukismo berjalan lancar, aman, sukses, dan mendapatkan keuntungan besar untuk kesejahteraan bersama.

Kelengkapan acara serah terima Tebu Manten itu terdiri dari Pembukaan, Serah Terima Tebu Manten, Doa Bersama, Menanam Kepala Kerbau di depan unit giling, dan penutup. Acara ini dihadiri oleh segenap pimpinan dan karyawan PG Madukismo, komisaris, pemegang saham, perwakilan petani dan pengelola pertanian tebu, Muspika Kecamatan Kasihan, segenap tamu undangan, dan para wartawan dari media cetak maupun elektronik. 

 

Source https://www.tembi.net/ https://www.tembi.net/2017/05/02/kirab-tebu-manten-tradisi-untuk-mengawali-proses-giling-suling-di-pg-madukismo/
Comments
Loading...