Kirab Pusaka Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) Di Petilasan Keraton Pajang

0 245

Kirab Pusaka Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) Di Petilasan Keraton Pajang

Malam peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram atau dalam budaya Jawa dikenal sebagai malam 1 Suroadalah salah satu hari yang paling ramai dan menjadi perhatian masyarakat di kawasan Jawa khususnya Solo Raya.

Di kawasan Kota Solo sendiri, dalam memperingati pergantian tahun ini setidaknya terdapat tiga agenda rutin yang sudah dikenal publik. Salah satunya Kirab Pusaka Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) di Petilasan Keraton Pajang.

Petilasan Keraton Pajang terletak dipinggiran Kota Solo tepatnya di kawasan perkampungan Sonojiwan, Makamhaji, Kartosuro, Sukoharjo. Sejak tahun 2012, Keraton Kasultanan Pajang mulai mengenalkan kirab budaya. Berupa kirab pusaka Sultan Hadiwijaya yang sekaligus digelar untuk memperingati 1 Muharram atau 1 Suro.

Namun berbeda dengan kirab di Keraton Surakarta dan Mangkunegaran. Kirab Pusaka Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) disebut sebagai Grebeg Suro Kasultanan Keraton Pajang atau Kirab Jaka Tingkir ini digelar pada 1 Suro malam.

Sementara dalam rombongan kirab yang mengambil rute di kawasan yang masih berdekatan dengan petilasan. Diusung 15 benda pusaka milik Sultan Hadiwijaya atau yang lebih dikenal sebagai Mas Karebet atau Jaka Tingkir.

Prosesi Grebeg Suro Kasultanan Keraton Pajang

Prosesi kirab pusaka dimulai pada jam 9 malam dengan garis awal adalah Petilasan Keraton Pajang. Peserta yang terdiri dari prajurit keraton dengan pakaian adat akan mengambil rute sejauh, kurang lebih, 4 km dengan rute petilasan – Tugu Lilin – Slamet Riyadi – Jalan Jaka Tingkir – kemudian kembali ke petilasan.

Rombongan peserta Grebeg Suro Kasultanan Keraton Pajang akan mengarak juga 15 buah pusaka milik Jaka Tingkir. Dari 15 pusaka tadi akan ada tombak dan juga keris. Seluruh pusaka yang dikirab terlebih dahulu sudah dibersihkan atau dijamasi oleh sesepuh.

Di sela-sela kirab yang sedang berjalan mengelilingi rute, di area petilasan keraton, tepatnya di Bale Agung Keraton Pajang, digelar prosesi tolak bala Dewi Sri. Prosesi unik tolak bala ini akan melibatkan seorang wanita yang menaiki tandu yang dihias sedemikian rupa.

Dari atas tandu, sosok Dewi Sri akan menyebar udik-udik uang, kacang hijau, dan kedelai. Prosesi ini akan sangat meriah karena warga yang hadir akan berebut udik-udik uang yang disebar sosok Dewi Sri. Tradisi yang juga dimanfaatkan untuk menjaga tradisi dan budaya Jawa ini diramaikan oleh berbagai institusi seni dan warga.

Source http://chic-id.com/ http://chic-id.com/kirab-pusaka-grebeg-suro-kasultanan-keraton-pajang/
Comments
Loading...