Kirab Pusaka Ngawi

0 118

Pemerintah Kabupaten Ngawi hari ini melakukan kirab pusaka sebagai rangkaian kegiatan Hari Jadi ke 658 Kabupaten Ngawi. Sebelumnya Pusaka dibersihkan atau dijamas di Pendopo, kemudian diboyong dan di-inapkan sehari semalam di Ngawi Purba.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparyapura) Sukadi mengatakan, prosesi sakral kirab pusaka dimulai dari Desa Ngawi Purba dan diarak menuju pusat pemerintahan Ngawi. Kirab pusaka disertai  arak-arakan 13 Kereta Kuda dari Keraton Solo dan 160 prajurit. Selain itu, juga disertai Kirab Gunungan Lanang dan Wadon yang menunjukan rasa syukur kepada Tuhan atas karunia dari hasil bumi.

“Gunungannya itu merupakan sedekah pak Bupati, titath pak Bupati kepada masyarakat untuk mengumpulkan hasil bumi, kemudian di kembalikan lagi ke masyarakat” ujar Sukadi.

Sesepuh agung Ki Suharno Ilham, mengatakan Pusaka kabupaten Ngawi meliputi Tombak Kyai Singkir, Tombak Kyai Songgolangit, Payung Tunggul Warono dan Payung Tunggul Wulung. Menurutnya pusaka tersebut memiliki makna yang mendalam bagi masyakat Ngawi.

“Pusaka Kyai Singkir bermakna untuk menyingkirkan bahaya yang akan masuk ke kabupaten Ngawi, kemudian di tamengi Songsong Tunggul Warono untuk menahan angina, Pusaka Tombak Kyai Songgolangit untuk menahan mara bahaya dari lagi dibantu dengan Songsong Tunggul Wulung. Sehingga bahaya dari darat tertahan, dari atas tertahan, diharapkan Ngawi menjadi tempat yang aman tentram” ujar Ki Suharno Ilham.

Pimpinan pembawa pusaka Raden Tumenggung H. Gito Nagoro, S.Sos yang juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi mengatakan kirab pusaka ini salah satu aset budaya yang harus dilestarikan. Kedepan diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dalam upaya mewujudkan Ngawi Visit Years 2017.

Source http://rri.co.id http://rri.co.id/madiun/post/berita/292372/daerah/kirab_pusaka_ngawi.html
Comments
Loading...