Kirab Gunungan Sekaten Solo

0 150

Kirab Gunungan Sekaten Solo

Sekaten merupakan salah satu tradisi yang dilakukan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad saw pada tanggal 12 rabiul awal tahun hijriah. Tradisi ini diadakan di 2 tempat di Indonesia ini, yakni di Solo dan Yogyakarta. Prosesi tradisinya pun juga hampir sama, hanya terdapat sedikit properti dan urutan prosesi yang berbeda. Namun, pada dasarnya tujuannya sama, yaitu menyambut Maulid Nabi Muhammad saw. Untuk sekaten di Solo biasanya acara tersebut diselenggarakan di alun-alun Solo. Uniknya acara tersebut diakhiri dengan suatu prosesi kirab yang dinamakan kirab gunungan.

Bagi orang awam, khususnya warga Solo, ketika mendengar kata “sekaten” maka pasti terbesit di pikiran mereka dibukanya pasar malam selama kurang lebih 1 bulan. Tidak hanya banyak pedagang-pedagang makanan di sana, melainkan juga terdapat wahana-wahana bermain seperti layaknya pasar malam pada umumnya. Beberapa wahana pun tetap berfungsi walaupun saat siang hari, walaupun tidak semuanya.

Menjelang hari-H Maulid Nabi Muhammad saw, mulai dibunyikannya gamelan yang sebelumnya telah dipindahkan ke Masjid Agung. Acara yang diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Kalijaga ini diakhiri dengan acara puncak, yaitu kirab gunungan dari Keraton Surakarta. Kirab tersebut melalui rute tertentu yang sudah ditentukan sejak dulu. Tidak lupa doa-doa dipanjatkan sebelum kirab dimulai. Tentunya antusias warga sangat besar terhadap acara puncak ini.

Tidak jarang orang-orang berebut untuk mendapatkan isi gunungan karena dianggap membawa berkah dari Allah swt. Aksi tersebut sebagai pencitraan bahwa dalam hidup, manusia harus berani bersaing dengan yang lain agar mampu mencapai suatu tujuan tertentu. Semua acara ini bertujuan untuk menarik perhatian warga sekitar sekaligus digunakan sebagai dakwah penyebaran islam. Unsur budaya seni yang masih melekat kuat pada acara tersebut tanpa menghilangkan suasana islam membuat islam mampu diterima baik di masyarakat sejak zaman dahulu.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Sekaten-Solo-1/
Comments
Loading...