Kirab Budaya Wahyu Kliyu Sedekah Apem

0 146

“Wahyu Kliyu ini kita angkat menjadi destinasi anyar di wilayah selatan (Jatupuro, Jatiyoso, Jumapolo, Jumantono). Semula memang hanya dilaksanakan di Dusun Kendal Lor dan Kidul Desa Jatipuro. Namun sekarang, menjadi milik seluruh warga. Ini merupakan tahun kedua Wahyu Kliyu keluar dari lingkungan Dusun Kendal,” kata Camat Jatipuro, Eko Budi Hartoyo kepada wartawan di sela Festival Budaya Wahyu Kliyu, Rabu sore.

Diceritakan, upacara adat Wahyu Kliyu di Dusun Kendal diakrabi warganya selama ratusan tahun. Upacara adat itu identik doa bersama di pelataran balai dusun tiap 15 Muharam pada tengah malam. Tiap keluarga di dusun tersebut mengumpulkan uba rampe berupa apem ke pelataran itu, kemudian membawanya pulang setelah didoakan. Tradisi itu tetap dipertahankan sampai sekarang. Hanya saja sejak dua tahun lalu ditambah kirab budaya, pameran UMKM, sebaran apem dan hiburan rakyat campur sari pada pagi sampai sore di hari yang sama.

“Dulunya, wahyu kliyu merupakan tolak bala. Sekarang, lebih dikenalkan lagi melalui pameran UMKM sampai kirab pusaka dan kesenian. Bahkan pasukan Bregada Keraton Kasunanan ikut memeriahkannya,” lanjutnya.

Perwakilan 10 desa di Jatipura ikut memeriahkan kirab dari Dusun Kendal ke pelataran kantor kecamatan sejauh 1 kilometer. Belasan pemuda berbaju lurik mengusung empat buah gunungan apem, sedangkan para ibu rumah tangga berkebaya membawa kue terbuat dari tepung beras itu di wadah kendil. Mereka mengumpulkan ubo rampe di sebuah panggung kayu.

Sebelum apem disebar, pembaca acara meminta petugas mengumandangkan azan. Tak butuh waktu lama menghabiskan apem di empat gunungan. Beberapa warga nekat mengambil langsung di panggung sedangkan lainnya berharap lemparan apem mendarat di tangan. Selama sebaran apem, seluruhnya mengucap kata ‘wahyu kliyu’ secara berulang. Mereka tak hanya dari Jatipuro saja, melainkan juga warga Wonogiri yang tinggal di perbatasan antarkabupaten itu.

“Ini semua dibikin sendiri. Enggak ada yang beli. Per KK membuat 300-an buah apem dari adonan 3 kilo. Isinya tepung terigu, tepung beras, gula pasir, gula merah, tapai, santan dan panili,” kata Warga Kendal Kidul Rt XXXIV Desa/Kecamatan Jatipuro, Sadikem.

Ngalap berkah wahyu kliyu tak pernah ditinggalkannya. Bagi warga Kendal, upacara adat itu media silaturahmi.

“Meski merantau jauh, pasti pulang saat wahyu kliyu. Khususnya warga Dusun Kendal,” katanya.

Source http://krjogja.com http://krjogja.com/web/news/read/78602/Wahyu_Kliyu_Sebarkan_Semangat_Kebersamaan
Comments
Loading...