Kirab Budaya Kali Kupang Meriahkan Tradisi Syawalan di Kota Pekalongan

0 125

Berbagai kegiatan akan memeriahkan tradisi Syawalan di Kota Pekalongan tahun 2018. Selain ada tradisi yang sudah rutin digelar tiap tahun, yakni pemotongan lopis raksasa. Ada lagi beberapa kegiatan seni dan budaya yang akan digelar.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan Tjuk Kushendarto menjelaskan, salah satu kegiatan yang akan digelar adalah Kirab Budaya Kali Kupang. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Rabu mulai pukul 13.00. “Kegiatan ini berupa pawai kapal atau perahu hias budaya Nusantara. Rutenya dari pelabuhan Krapyak dan finish di Taman Jlamprang,” ungkap Tjuk, Kamis.

Dia menerangkan bahwa Kirab Budaya Kali Kupang ini digelar untuk mengenang kembali wilayah Krapyak, Pekalongan Utara yang merupakan daerah kawasan pesisir utara Pulau Jawa, pada masa lampau punya peran strategis karena dilintasi sungai yang menjadi jalur transportasi air ke Pekalongan.

“Pada waktu itu perdagangan nusantara melalui jalur laut, dan masuk ke Pekalongan melalui sungai yang sekarang sungai itu dikenal sebagai Sungai Kupang. Sungai Kupang adalah sungai utama yang membelah Kota Pekalongan,” terangnya.

Diungkapkan pula bahwa pada zaman Mataram Islam, wilayah Krapyak dijadikan tanah perdikan (otonom) oleh kerajaan Mataram Islam karena wilayah Krapyak sebagai barak pasukan mataram saat perang melawan VOC (kompeni Belanda) di Batavia (Jakarta).

Para pejuang atau laskar dari berbagai wilayah Nusantara seperti dari Sumbawa, Bugis, Banjar, dan Sampang berdatangan ke Krapyak untuk membantu kerajaan Mataram Islam. Salah seorang tokoh dari Sumbawa kemudian menjuluki kali yang melintas di wilayah Krapyak dengan nama Kali Kupang atau Sungai Kupang, sebuah nama yang sama dengan nama kota di Sumbawa.

Wilayah permukiman laskar Sumbawa, Bugis, Banjar, dan Sampang itu sekarang dikenal sebagai kampung Sumbawan, Kampung Bugisan, Kampung Banjarsari, dan Kampung Sampangan. “Festival budaya Kali Kupang diselenggarakan sebagai peringatan peristiwa sejarah keberadaan kampung-kampung Nusantara di Kota Pekalongan,” katanya.

“Event ini dikemas dengan kegiatan menggunakan jalur sungai dengan festival kapal-kapal yang berasal dari berbagai wilayah Nusantara yang masuk pada zaman lampau sebagaimana yang telah disebutkan tadi yang melalui jalur sungai Kupang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tjuk menambahkan, agenda kegiatan berikutnya adalah Kirab Budaya 99 Jarik Jlamprang, atau Kirab Jlamprang Kultur, yang akan digelar pada Kamis mulai pukul 07.00 dengan rute Lapangan Sorogenen sampai Lapangan Krapyak Lor. Kegiatan ini akan dimeriahkan pula dengan penampilan berbagai grup seni musik rampak.

Berikutnya, pada Jumat , akan digelar pemotongan lopis raksasa, sebagaimana yang telah digelar rutin tiap tahun di Krapyak.

Selain itu, pada Jumat hingga Sabtu  akan digelar Pameran Batik “Pelangi di Bumi Nusantara”. Kegiatan ini akan dimeriahkan Jazz Batik dan fashion show.

Di luar itu, masih ada pula kegiatan festival penerbangan balon udara tradisional yang ditambatkan. “Semoga berbagai kegiatan ini akan menarik wisatawan untuk datang ke Kota Pekalongan. Selain itu dalam rangka melestarikan seni budaya dan tradisi kita, mengenang sejarah, dan semoga turut membantu meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” imbuh Tjuk Kushendarto.

Source https://radarpekalongan.co.id https://radarpekalongan.co.id/33364/kirab-budaya-kali-kupang-meriahkan-tradisi-syawalan-di-kota-pekalongan/
Comments
Loading...