Kidung Jatimulya

0 76

Kidung ini dianggap sakral dan merupakan “lagu wajib” yang harus dilagukan di awal ritual. Tahap ini seperti halnya adegan jejeran dalam wayang kulit yakni dalam bentuk metrum macapat Dhandhanggula. Pembawaan lagu selalu khidmat dan tidak ada yang bergurau. Pada saat dilagukan Kidung Jatimulyakeadaan ritual menjadi tidhem (diam), mendengarkan, merasakan, dan menghayati kedalaman makna Kidung menurut persepsi masing-masing. Dengan cara itu, terbukalah nalar weningnya (pikiranjernih) untuk menerima gaib.

Kidung Jatimulya adalah “lagu wajib” yang digunakan sebagai pembuka ritual. Melalui Kidung yang sakral tersebut, pelaku spiritual berkeyakinan bahwa Tuhan akan semakin sayang kepada hambanya. KidungJatimulya juga dipercaya sebagai upaya membuka gaib Tuhan. Para pelaku spiritual yakin bahwa Tuhan memang merahasiakan tiga hal, yaitu: siji pesthi, lorojodho, dan telu tibaning wahyu. Ketiga hal ini, oleh pelaku spiritual selalu diwiradati (disiasati) dengan cara seperti orang ‘ketuk pintu’ menggunakan lantunan Kidung Jatimulya

Source https://alangalangkumitir.wordpress.com https://alangalangkumitir.wordpress.com/2010/08/11/kidung-jatimulya-2/
Comments
Loading...