Ketentuan Upacara Cowongan

0 98

Ketentuan Upacara Cowongan

Pelaku cowongan yang harus terdiri dari wanita yang tengah dalam keadaan suci (tidak sedang haid,nifas ataupun habis bersetubuh). Pelaku upacara akan menyanyikan tembang-tembang tertentu yang sesungguhnya itu adalah do’a-do’a/mantra. Cowongan hanya dilakukan pada musim kemarau yang sangat panjang . biasanya ritual ini dilaksanakan mulai pada akhir massa kapat (hitungan dalam kalender jawa) atau sekitar bulan september. Pelaksanaanya setiap pada malam jum’at dimulai pada malam jum’at kliwon. Dalam tradisi masyarakat banyumas, cowongan dilakukan pada itungan ganjil misalnya, 1 kali,3 kali,5 kali, atau 7 kali. Apabila ketika dilaksanakan cowongan satu kali belum turun hujan maka dilaksanakan  kali. Begitu pula jika pada ke 3 kali tak lagi turu hujan maka dilaksanakan 5 kali demikian seterusnya hingga turun hujan.
Ritual cowongan dimulai dengan mempersiapkan siwur/irus, kemudian irus yang disiapkan ditancapkan kebatang pohon pisan raja tujuannya untuk bertapa, masa berta[pa bagi siwur/irus biasanya selama tujuh hari tujuh malam. Dimulai dari malam selasa kliwon hingga malam selasa pahing. Setelah masa pertapa, irus dirias. Selanjutnya giliran para calon penari yang melakukan ritual berupa puasa (ngasrep). Dalam ritual cowongan juga diperlukan sesajiberupa kemenyan dupa, kembang telon (berupa 3 macam bunga : kenanga, mawar, dan kantil) dan jajanan pasar. Pelaksanaanya penari memegang siwur bersamaan dengan dilanjutkan menari dan menyanyikan tembang berupa mantra.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Ketemtuan-upacara-cowongan/
Comments
Loading...