Kesenian Yogyarta: Beksan Triyonggo Pratolomaryam

0 19

Beksan Triyonggo Pratolomaryam

Beksan Triyonggo Pratolomaryam adalah sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang perjalanan Triyonggo anak dari Anoman yang harus berhadapan dengan Protolomaryam anak dari Prabu Rahwana. Pratolomaryam berhasil membujuk dan membalikan fakta sehingga Triyonggo terbujuk mengikutinya untuk mengabdi kepada Prabu Rahwana, namun pada akhirnya Triyonggo mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dan malah berbalik menyerang Pratolomaryam. Beksan Triyonggo Pratolomaryam disusun kembali oleh KRT.

Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn dengan materi ragam-ragam yang sudah ada, yang ide ceritanya mengambil dari kisah Ramayana dengan lakon “Triyonggo Takon Bopo” dan ini merupakan sebuah petilan dari lakon yang di ambil pada framen-fragmen beksan perangnya saja dengan durasi yang diperpendek untuk menarik wisatawan. Beksan ini ditarikan dalam acara Sapta Karya Tari sebagai Atraksi Budaya Tari Yogyakarta yang diadakan di POS Rertno Aji Mataram  pada hari Senin tanggal 3 September pukul 19.00. Selain tarian ini beliau disini juga menampilkan  total 7 karya terbar Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram (POSRAM) adalah sebuah sanggar tari klasik gaya Yogyakarta dan tari modern yang berdiri pada tanggal 9 Juli 1984 yang didirikan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn.

Sanggar tari ini mempunyai base camp di jalan Gedongkiwo MJ I/886 Yogyakarta 55142- IndonesiaAcara ini sudah berlangsung yang ke 3 kali, dimana pada tahun 2017 dilaksanakan 2 kali yang bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY. Kali ini Atraksi Budaya Tari  Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY. Sebuah produktifitas yang sangat tinggi dan layak diapresiasikan oleh semua pihak, selama dua tahun terakhir beliau sudah menghasilkan 21 tarian baru dalam bentuk tari klasik gaya Yogyakarta maupun tari kreasi baru. Ragam gerak dalam beksan ini menggunakan ragam gerak tari klasik gaya Yogyakarta dimana ragam gerak yang dipakai Triyonggo disebut dengan Kalang Kinantang Thengklik yang memiliki gerak yang sangat variatif, lincah dan prigel, sedangkan ragam gerak Pratolomaryam disebut dengan Kalang Kinantang Gagah. Adegan peperangan ini dalam cerita Ramayana selalu ada dan menjadi paket peperangannya.

Beksan ini mengambil dari fragmen-framen tersebut, kemudian dibuat dengan durasi yang lebih pendek, yang disesuaikan dengan jaman sekarang yang dituntut untuk membuat beksan ini menjadi lebih menarik bagi  penontonnya. Pola lantainya lebih dinamis dan variatif, hal ini disebabkan karena beksan ini beksan berpasangan dalam adegan peperangan.

Maka pola lantainya tidak hanya kekanan dan kekiri tapi juga melingkar, kedepan dan kebelakang dengan dinamisnya. Dengan durasi yang pendek ini penari dituntut untuk sedikit lebih prigel. Busana yang dikenakan tercermin seperti yang digunakan pada wayang orang yang sering dipakai di dalam Kraton Yogyakarta, Triyonggo memakai busana kera putih, kesan yang didapat terhadap busana ini adalah terasa berat karena semua badan dan muka penarinya semua tertutup, sehingga dibutuhkan stamina yang bagus. Pada muka Triyonggo ada sunggutnya yang menunjukan bahwa dia anak dari Anoman dengan ibunya Urang (udang) Ayu dengan warna abu-abu.

Sedangkan Pratomaryam pada bagian kepala menggunakan bledekan, pada badannya dia menggunakan probo, sampur dan celana cinde, kalung susun satu, klat bahu, slepe, buntal, kainnya karena dari negeri sebrang menggunakan motip parang barong ceplok gurdo. Iringan gendhing yang mengiringi Beksan Triyonggo Pratolomaryam ini menggunakan alat musik gamelan klasik Jawa secara lives show dengan lagon ladrang liwung slendro manyura, ladrang agun-agun playon laras slendro manyura. Sebuah beksan yang  memberi kita tauladan untuk menjadi seorang ksatria yang selalu menjunjung tinggi kebenaran diatas kepentingan pribadi.

Janganlah kita menjual diri untuk sebuah kekuasaan dan kenikmatan duniawi yang merugikan masyarakat maupun diri sendiri. Kita harus menjadi suri tauladan yang baik bagi kawan maupun lawan yang ada disekeliling kita.

Source https://myimage.id https://myimage.id/beksan-triyonggo-pratolomaryam/
Comments
Loading...