Kesenian Yogyakarta Tari Tresno Amuspra

0 56

Tari Tresno Amuspra yang merupakan sebuah tarian yang di dalamnya menceritakan tentang kehidupan 2 remaja yang bersahabat  memperebutkan cinta 1 laki-laki yang sama dan berujung dengan pertikaian. Tapi pada akhirnya keduanya sama-sama tidak memilih laki-laki tersebut, mereka lebih menghargai apa arti sebuah persahabatan, sehingga keduanya kembali bersahabat dan melupakan masa lalunya. Sang bunga tidak memilih kupu-kupu, tapi kembali menyatu.

Tarian ini diciptakan oleh Elisabeth Putri Purnama Sari dan Awanda Christian Irmawan pada tahun 2018, terciptanya tarian ini terinspirasi dari melihat persahabatan dua anak remaja putri jaman now (sekarang) yang baru saja mengenal dengan rasa suka terhadap lawan jenis (laki-laki).

Tresno Amuspra ini ditarikan di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta, yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta dalam rangka ujian koreografi 3, pada tanggal 20, 21, 22  Januari 2019, tepatnya pada pukul 19.30 sampai selesai. Total garapan karya tari yang ditampilkan sebanyak 39 karya, dengan pembagian 13 karya per harinya.

Ujian Koreografer 3 ini pada tahun ini mengangkat tema “Harmonisasi Warisan Nusantara” yang mempunyai makna, bagaimana cara menghargai keragaman Budaya Nusantara yang diwariskan ke generasi saat ini untuk dapat dilestarikan, dijunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung didalamnya serta diinovasi ke sebuah karya dengan cara harmoni.

Berangkat dari inilah para mahasiswa diharapkan mampu menciptakan karya inovasi seni koreografi secara harmoni atau berimbang dalam memadukan warisan budaya masa lampau ke karya seni koreografi inovatip yang enak dinikmati oleh para penontonnya.

Tarian ini sangat cocok ditampilkan pada festival-festival tari atau acara seni budaya karena sifatnya yang dapat ditarikan oleh para penari secara berkelompok dan bersifat menghibur bagi para penontonnya.

Komposisi dalam tarian ini mengambarkan tentang sebuah persahabatan yang hampir saja rusak oleh hawa nafsu keduanya yaitu mencintai satu laki-laki yang belu tentu kejelasannya dia baik atau tidak. Tapi pada akhirnya keduanya sadar bahwa persahabatan mereka lebih penting diatas segalanya, karena sahabat akan selalu hadir dalam keadaan suka maupun duka.

Gerak Tari Tresno Amuspra mengambil ragam gerak dari tari Jawa Tengah yang kemudian digarap dengan dikreasi dan dikembangkan sesuai dengan cerita yang ditampilkan. Sedangkan pola lantai yang digunakan pada tarian ini bersifat dinamis dan variatif mulai dari bentuk melingkar, zig zag (diagonal) dan lurus yang disesuaikan dengan ruang panggung yang digunakan sehingga terlihat menghibur bagi penontonnya.

Busana yang digunakan merupakan garapan dimana pada bagian kepala, rambutnya disanggul dengan dihiasi bunga merah dan bunga emas. Pada bagian badan menggunakan kebaya warna merah, seperti mekak yang dipadu dengan kain tipis warna merah dengan paduan asesoris warna emas. Sedangkan bawahannya menggunakan celana panjang yang dipadu dengan kain panjang. Semuanya cenderung warna merah dan emas yang mempunyai makna tentang kedinamisan hati seorang remaja putri  yang lagi jatuh cinta.

Iringan musiknya menggunakan paduan gamelan klasik Jawa yang dipadu dengan musik tradisional dari Sumatera yang menghasilkan sebuah instrument yang menarik, yang kesemuanya itu disesuaikan dengan gerak dari para penarinya, sehingga karakter apa yang mau ditampilkan menjadi lebih jelas dan berbobot.

Sebuah tarian yang memberikan pelajaran bagi kaum remaja putri tentang arti, makna cinta dengan persahabatan, yang keduanya bisa seiring sejalan dan selaras berjalan berdampingan. Semua ini harus didasari oleh rasa yang tulus kasih sayang tanpa harus merusak persahabatan diantara meraka, ujar Awanda Christian Irmawan.

Source https://myimage.i https://myimage.id/tari-tresno-amuspra/
Comments
Loading...