Kesenian Yogyakarta: Tari Seling Surup

0 41

Tari Seling Surup

Tari Seling Surup adalah sebuah tarian yang menggambarkan tentang kesalah pahaman sebuah pesan yang mengakibatkan kekisruhan dan pertarungan antara kakak beradik Subali dan Sugriwa. Tarian ini ditarikan pada pada acara Setaun menari yang merupakan sebuah pagelaran pentas tari yang diadakan oleh HIMA Pendidikan Seni Tari (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta.

 “Sak Roso Gregeting Rogo” yang artinya menyatukan rasa/batin dengan semangat raga di kala membawakan sebuah gerak tarian hendaknya benar-benar total yang menampilkan greget/ekspresi sesuai dengan tema tarian tersebut sehingga bisa dinikmati oleh siapapun yang melihatnya.

Kejadian ini bermula manakala ada permintaan yang tidak lumrah dari Lembu Suro dan Mahesa Suro yang ingin mempersunting Dewi Tara. Kejadian ini diketahui dulu oleh Bethara Guru. Dia mengutus Narada agar disampaikan kepada Subali dan Sugriwa, bahwa siapa saja di antara keduanya yang dapat mengalahkan Lembu Suro dan Mahesa Suro berhak mempersunting Dewi Tara. Permintaan Narada disanggupi oleh Subali dan Sugriwa dan kemudian keduanya berencana mengalahkan Lembu Suro dan Mahesa Suro. Subali berpesan kepada Sugriwo bilamana kalau dia bertempur dengan Lembu Suro dan Mahesa Suro di Gua Kiskenda, dan aliran sungai berwarna putih, maka dirinyalah yang mati dan meminta Sugriwa segera menutup Gua Kiskenda. Kemudian terjadilah pertempuran antara Subali dengan Lembu Suro dan Mahesa Suro didalam Gua Kiskenda, dan yang terjadi aliran sungai yang keluar dari Gua Kiskenda ternyata berwarna putih. Tanpa pertimbangan yang matang, Sugriwa dengan mantap menutup pintu Gua Kiskenda tersebut.

Tapi ternyata hal tersebut salah besar, karena aliran sungai yang berwarna putih tersebut berasal dari isi otak Lembu Suro dan Mahesa Suro yang dikalahkan oleh Subali dengan menghancurkan kepala kedua lawannya tersebut. Terperanjatlah Subali melihat gua pintu tertutup, karena dia berpikir bahwa saudaranya telah mengingkari janji dan berkhianat untuk mendapatkan Dewi Tara. Melihat hal tersebut Subali marah, pintu Gua Kiskenda ditendang dan dihancurkannya.

Dalam kejadian lain, Sugriwa menyampaikan kejadian di Gua Kiskenda kepada Narada. Sugriwa dihadiahi Dewi Tara karena dianggap sudah mengalahkan Lembu Suro dan Mahesa Suro dengan menutup keduanya di dalam Gua Kiskenda, dan kejadian ini dilihat oleh Subali. Subali marah kepada Sugriwa, dan terjadilah pertempuran antara saudara ini. Tapi untung Narada melihat kejadian ini, sehingga pertempuran ini dapat dihentikan. Akhirnya keduanya diminta penjelasannya secara gambling (jelas) duduk persoalan yang sebenarnya. Setelah persoalan keduannya bisa di jelaskan maka keduanya saling memaafkan dan Dewi Tara di hadiahkan kepada Subali karena dialah yang sebenarnya dapat mengalahkan Lembu Suro dan Mahesa Suro.

Tari Seling Surup dibuat kolosal yang dipersembahkan oleh Angkatan 2017 FBS UNY, yang enak dinikmati karena alur cerita yang sangat jelas dan mengalir dengan sendirinya. Selain itu busana yang ditampilkan juga sangat menarik yang menggabungkan busana klasik yang dipadu dengan kreasi baru. Sedangkan irama gendhing-gendhingya menggunakan gamelan klasik Jawa. Gerak tarinya pada Tari Seling Surup cenderung mengarah ke tari Jawa Klasik tertama terlihat pada pertempuran Subali dan Sugriwa yang mengingatkan kita pada pagelaran wayang orang klasik yang sering kita saksikan pada pagelaran-pagelaran tari budaya klasik. Sebuah pagelaran tari yang layak diapresiasi yang besar, walaupun yang menampilkan ini merupakan angkatan baru tapi sudah dapat menampilkan karya yang apik/bagus yang dapat menambah khasanah seni tari Nusantara.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-seling-surup/
Comments
Loading...