Kesenian Yogyakarta: Tari Menak Umarmoyo Umarmadi

0 105

Tari Menak Umarmoyo Umarmadi

Tari Menak Umarmoyo Umarmadi merupakan sebuah tarian yang menceritakan tentang Umarmoyo yang diperintah oleh Jayengrono untuk menaklukan Kerajaan Kokarip yang dipimpin oleh  Raja Umarmadi. Karena ingin mempertahankan kerajaannya, Raja Umarmadi akhirnya bertempur dengan Umarmoyo. Keduanya sama sama sakti, tapi karena Raja Umarmadi mempunyai badan yang besar, lama-lama tidak bisa mengimbangi kesaktian dari Umarmoyo, dan akhirnya dia dapat dikalahkan oleh Umarmoyo karena kelelahan, sehingga Kerajaan Kokarip ini dikuasai oleh Umarmoyo dan Jayengrono.

Tarian ini ditarikan pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, yang merupakan sebuah acara rutin yang digelar, tepatnya pada tanggal 31 Desember 2017. Acara ini bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta. Pada cerita Tari Menak Umarmoyo Umarmadi ini juga berhubungan dengan cerita siar agama Islam di tanah Jawa, dimana setelah ditaklukan oleh Umarmoyo, Raja Umarmadi kemudian di Islamkan oleh Umarmoyo dan diangkat menjadi saudara.

Busana yang dipakai Umarmoyo dinamakan Puthut (semacam sorban) yang sudah dimodifikasi sebagai ira-ira untuk menari. Sedangkan pada Umarmadi bisa menggunakan udeng gilet maupun puthut. Memang pada Tari Menak ini tidak ada pakemnya dalam hal berbusana, dan itu memang tujuan dari Hamengku Buwono IX supaya sangar-sanggar tari yang ada bisa menjadi lebih kreatif dalam mengkreasi busananya. Hal ini berbeda dengan wayang orang dalam hal busananya, karena ada pakemnya atau yang dijadikan patokan dalam hal berbusana di kala ditampilkan. Sedangkan riasan pada Tari Menak Umarmoyo Umarmadi menggunakan riasan character make up artinya riasan tersebut diharapkan mampu menambah karakter penari untuk lebih bisa menampilkan tokoh yang sedang diperankan (actingnya tambah bagus).

Untuk gerakan pada Tari Menak Umarmoyo Umarmadi ini sebenarnya banyak sekali diambil dari gerakan-gerakan orang sedang melakukan sholat, dan beberapa gerak patah-patah itu diadopsi dari gerak wayang golek. Biasanya pada adegan di tengah-tengah pertempuran diselipkan gerakan-gerakan pencak silat. Tapi ada keunikan disini dimana gerak pencak silat ini tidak diambilkan dari gaya gerak pencak silat dari tanah Jawa tapi malah dari Sumatra. Untuk iringan menggunakan gamelan Klasik Jawa dengan gaya Yogyakarta, salah satunya menggunakan gendhing angguk kudus yang diiringi dengan playon juga. Karena gendhing-gendhing di Yogyakarta ini banyak sekali maka Tari Menak Umarmoyo Umarmadi mempunyai iringan khas tersendiri. Khas adalah di sabetan gendangnya, inilah yang membedakan antara golek menak dengan wayang orang.

Tarian menak ini diharapkan oleh Hamengku Buwono IX dibuat sekreatif mungkin oleh sanggar-sanggar tari yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya dalam hal berbusana tapi juga dalam hal gerak tariannya. Bahkan tarian menak ini pernah ditampilkan di USA pada tahun 1986 dalam rangka misi Kraton Yogyakarta. Inilah kekayaan seni tari yang sangat beragam di daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak ternilai serta adiluhung. Pihak Kraton Yogyakarta dengan dukungan masyarakat Yogya melalui sanggar-sanggar tari, membuat wadah untuk melestarikan dan menunjukan eksistensinya dengan menampilkan tarian-tarian ini di Pendopo Srimanganti Kraton Yogyakarta, selain untuk menarik wisatawan lokal maupun asing juga sebagai sarana ekspresi para senimannya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-menak-umarmoyo-umarmadi/
Comments
Loading...