Kesenian Yogyakarta: Tari Gendewa

0 49

Tari Gendewa merupakan tradisional yang berpijak pada tari klasik gaya Yogyakarta yang menggambarkan tentang kegagahan putra Mataram dalam berolah Gendewa. Tarian ini merupakan ciptaan dari KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn pada  tahun 2018, yang ide tarian ini didapat ketika beliau mendatangi latihan jemparingan Mataraman di Kemandungan Kraton Yogyakarta yang diadakan setiap hari selasa. Kehebatan para pemanah ini sangat mengispirasi untuk dijadikan sebuah tarian.

Tarian ini sebenarnya diciptakan sebagai tarian tunggal, tetapi kemudian dikembangkan menjadi sebuah tarian berpasangan atau kelompok yang mana para penarinya dituntut mempunyai stamina yang bagus karena tarian ini sebagian besar geraknya selalu bertumpu pada satu kaki terus selama pertunjukan.Tarian ini ditarikan dalam acara Sapta Karya Tari sebagai Atraksi Budaya Tari  Yogyakarta yang diadakan di POS Rertno Aji Mataram  pada hari Senin tanggal 3 September 2018 pukul 19.00 sampai selesai. Selain tarian ini beliau disini juga menampilkan  total 7 karya terbaru.

Acara ini sudah berlangsung yang ke 3 kali, dimana pada tahun 2017 dilaksanakan 2 kali yang bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY. Kali ini Atraksi Budaya Tari  Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY. Sebuah produktifitas yang sangat tinggi dan layak diapresiasikan oleh semua pihak, selama dua tahun terakhir beliau sudah menghasilkan 21 tarian baru dalam bentuk tari klasik gaya Yogyakarta maupun tari kreasi baru.

Ragam gerak dari Tari Gendewa Mataram ini menggunakan ragam gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang lebih banyak menggunakan ragam gerak Kambeng dan gerak tari ngunus, dengan tekanan-tekanan yang spesifik yang geraknya lebih gagah, ini semua terlihat ketika mengangkat kakinya lebih tinggi. Pola lantainya juga sangat variatif walaupun mengaju pada tari klasik gaya Yogyakarta yang semuanya dikembangkan tanpa meninggalkan pakem-pakem yang sudah ada sehingga terlihat sangat dinamis selama pertunjukan. Tidak ada kesan monoton. Perpindahan satu penari dengan penari lainnya enak terlihat dan kekinian.

Busananya terispirasi dari busana yang dipakai prajurit matri jero Kraton, dengan kainnya memakai poleng hitam kotak-kotak putih. Kain ini memiliki karakter penampilan yang gagah, dengan memakai iket udaran (memakainya langsung dikepala), celana cinde, slepe dengan properti jemparing dan keris. Iringan gendhingnya menggunakan gamelan klasik Jawa secara live show, dengan gendhing ladrang gendewa laras pelog  patet nem. Dengan semakin banyaknya ragam tari baru yang berpijak pada tari klasik gaya Yogyakarta, maka semakin berkembang dan lestari jenis-jenis tarian versi baru yang menambah khasanah seni dan budaya Indonesia, yang mana tarian-tarian ini semua tidak lekang oleh waktu karena selalu mengikuti perkembangan jaman.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-gendewa-mataram/
Comments
Loading...