Kesenian Yogyakarta Sendratari Sumunaring Abhayagiri, Festival Ratu Boko 2018

0 47

Sebuah karya besar dengan dasar cerita dari sebuah Situs di tampilkan dalam Festival Ratu Boko 2018 yang hanya ditampilkan lima tahun sekali. Sangat langka dan selalu ditunggu di Keraton Ratu Boko, sendratari tersebut adalah  Sendratari Sumunaring Abhayagiri yang menceritakan tentang sejarah Situs Ratu Boko, dimana dalam petualangannya Raden Pancapana ketika kecil diasuh dan dititipkan kepada tokoh spiritual yang dididik untuk menjadi penegak kebenaran.

Pada saat itu muncul gejolak di dalam masyarakat seputar Keraton Ratu Boko yang dibuat kacau oleh seseorang dengan julukan Mbah Kroak dan antek-anteknya. Mulai dari penidasan seperti pemalakan, pencurian dan segala sesuatu yang merugikan rakyat kecil.Masyarakat kecil ini akhirnya mengadu kepada Raden Pancapana untuk minta pertolongan dan perlindungan. Raden Pancapana dengan sagala kemampuannya melindungi rakyat kecil ini. Peperangan tidak bisa dihindari, antara Raden Pancapana dengan Mbhak Kroak. Tapi pada akhirnya kebenarannyalah yang akan menang.

  

Mbhak Kroak dan para pengikutnya dapat dikalahkan oleh Raden Pancapana.Ahkirnya Raden Pancapana diangkat oleh masyarakat yang ditolongnya ini menjadi penguasa di Keraton Ratu Boko, dan sejak itu daerah ini menjadi aman dan damai, kehidupan masyarakatnya pun menjadi lebih baik dan tambah sejahtera.Sendratari ini ditampilkan di Festival Ratu Boko 2018 yang diadakan pada tanggal 23-24 September, dimana sendratari ini merupakan icon dari Situs Ratu Boko. Bukti ceritanya ada  dan ditemukan dalam bentuk  tertulis di dalam situs Ratu Boko, selain itu Sendratari ini hanya ditampilkan setiap lima tahun sekali.

Selain sangat eksotik, sendratari ini kebetulan disaksikan oleh para pengunjung di bawah sinar bulan. Penonton seperti di bawa ke jaman dahulu kala. Pokoknya asik banget !!!Naskah Sendratari Sumunaring Abhayagiri ini ditulis kembali oleh Prof. Timbul Haryono yang kemudian oleh UNY diterjemahkan dalam bentuk bahasa tari. Sendratari ini sebenarnya sudah yang kedua kalinya ditampilkan di Festival Ratu Boko oleh UNY, dimana pertama kali ditampilkan pada tahun 2013. Komposisi dalam Sendratari ini ada beberapa yang menggambarkan tentang keseimbangan didalam kehidupan manusia, dimana ada sisi antagonis dan protagonist, seperti dalam Wayang Orang Mataraman yang menjadi salah satu acuannya, yang pada akhirnya protagonislah yang akan memenangkan konflik yang terjadi.

Dalam komposisi internal dalam Sendratari Sumunaring Abhayagiri ini ada bentuk lingkaran-lingkaran tertentu yang menandakan tekad yang bulat didalam masyarakat Keraton ratu Boko untuk melawan kesaliman Mbah Kroak dan para antek-anteknya. Gerakan dalam Sendratari ini sangat variatip dan dinamis, dimana disini ada percampuran antara gaya Yogyakarta, Surakarta dengan sedikit pengembangan dari Sunda dengan instrument suling dan kendangnya,  serta tari kerakyatan (tradisi) dengan identitas capingnya.Pola lantainya ada beberapa seperti bedhayan dengan 9 penari pada pola lajurnya, juga ada beberapa pola mengunakan sapit urang, garuda glayang,  dalam hal seperti ini biasa disebut rakit gelar.

Busana yang dikenakan merupakan garapan atau modifikasi tapi tidak meningggalkan ciri dari Yogyakarta karena sendratri ini digelar di Yogyakarta, maka dipakai ciri khas Mataraman dengan mondolan sinthingan, sedangkan tokoh lainnya menyesuaikan dengan suasananya seperti tokoh religi dengan sorbannya.Iringan gendhing yang mengiringi masih memakai patet atau pedoman dari Wayang Purwo, dari nem, songo, manyuro, dan selalu dipakai dengan mediumnya didominasi pada garapan Jawa meskipun ada gilak bali dan degung Sunda, yang istilahnya sering disebut dengan wandali (Jawa, Sunda dan Bali).

Sebuah Sendratari yang memilki muatan edukasi tentang kebringasan, kesombongan dan kecongkakan akan lebur dilibas oleh kebenaran. Dengan menindas rakyat kecil maka hanya kemenangan semu yang didapatnya dan sifatnya hanya sementara. Inilah pelajaran yang harus diteladani. Dengan kesopanan, keteguhan hati dan kebersamaan serta selalu dekat dengan Yang Maha Kuasa maka segala halangan dan rintangan dapat dilewati, ujar Dr. Kuswarsatyo, M.Hum.

Source https://myimage.id https://myimage.id/sendratari-sumunaring-abhayagiri/
Comments
Loading...