Kesenian Yogyakarta: Beksan Alus Permadi Suryatmaja

0 50

Beksan Alus Permadi Suryatmaja

Beksan Alus Permadi Suryatmaja adalah sebuah tarian yang menceritakan peperangan antara Raden Permadi (nama Raden Arjuna dimasa muda) yang berebut senjata Kuta Wijayandanu dengan Raden Suryatmaja (nama Raden Karna dimasa muda), dimana dalam perebutan ini Raden Permadi mendapatkan sarung penutup senjatanya (warangka), sedangkan Raden Suryatmaja mendapat belah senjatanya (keris). Beksan Alus Permadi Suryatmaja ini ide ceritanya mengambil dari petilan serat Mahabarata yang mana beksan ini sering sekali ditampilkan secara umum, seperti waktu pertunjukan festival atau parade budaya khususnya di Surakarta maupun Yogyakarta.

Komposisi pada beksan ini terbagi dalam beberapa tahapan, dimana pada tahap pertama biasanya disebut dengan maju gendhing yang dilakukan gerakan-gerakan di pinggir panggung utama, kemudian kedua penari maju ditengah panggung dan berhadap-hadapan yang disebut dengan enjer yang dilanjutkan dengan adegan dialog (pocapan), yang dilanjutkan dengan gerak enjer lagi, yang pada tengah gerakan beksan ini ada muryani busono (gerakan berhias atau merapikan diri), gerakan berhias ini menuju pada gerakan perang. Dan gerakan terakhir yang bisanya disebut dengan mundur gendhing.

Gerakan pada beksan ini menggunakan gerakan khas tarian Yogyakarta yang lebih dikenal dengan gerakan putra alus yang karakter ragam geraknya disebut dengan impur. Dari gerak impur ini kemudian dilanjutkan dengan ulap-ulap, dimana gerakan ini dilakukan ketika kedua penari ini bertemu. Setelah ini ada beberapa gerakan lagi seperti gordo, lampah sekar, muryani busono, adu kiwo, ulap-ulap dan terakhir adalah gerakan peperangan. Dari kesemua gerakan ini, tidak ada gerakan pengulangan, artinya mengalir terus dengan karakter gerakan alus luruh, yang mana kalau diibaratkan dalam wayang itu agak dungkluk (menunduk).

Busana yang dipakai pada beksan ini dapat diistilahkan serupa tapi tidak sama, karena kalau dilihat sekilas antar Raden Permadi dan Raden Suryatmaja seperti kembar. Tapi kesemuanya ada perbedaan diantara keduanya, dimana kalau Suryatmaja, jariknya menggunakan ceplok gordo/parang gordo, sedangkan Permadi jariknya menggunakan parang polos. Untuk irah-irahannya keduanya sama-sama menggunakan gelung dimana pembedanya, kalau Permadi jamangnya bentuknya lung-lungan (melengkung), sedangkan Suryatmaja bentuknya cringgit (segitiga). Keduanya juga memakai boro, stagen, sabuk dan sampur.

Untuk irama atau gendhing  yang digunakan untuk mengiringi Beksan Alus Permadi Suryatmaja awalannya menggunakan gendhing ketawang yang dilanjutkan pada adegan perangnya menggunakan gendhing playon, dan adegan terakhir tetap menggunakan gendhing playon tapi temponya dilambatkan. Sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang merupakan sebuah tarian pusaka dan kebesaran Kraton Yogyakarta yang masuk dalam bagian dari warisan adiluhung Bangsa Indonesia, yang secara konsisten dilestarikan dan dikembangkan terus oleh Kraton Yogyakarta. Hal ini mampu memberikan spirit bagi pertumbuhan dinamika di dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam seni budaya dan beradat tradisi.

Source https://myimage.id https://myimage.id/beksan-alus-permadi-suryatmaja/
Comments
Loading...