Kesenian Tari Tradisional Soreng Dari Boyolali

0 253

Kesenian Tari Tradisional Soreng Dari Boyolali

Kecamatan Selo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Selo terletak di kaki gunung Merapi. Merupakan desa yang memilik banyak potensi-potensi wisata, seni dan budaya yang sangat menarik untuk di lihat oleh masyarakat indonesia maupun mancanegara.

Daerah adalah salah satu kawasan Penyangga Taman Nasional dengan jumlah desa yang berbatasan langsung dengan kawasan berjumlah 7 desa dari 10 desa yang ada. Tempat ini memiliki kesenian yang sangat bagus yaitu Kesenian Soreng atau Tari Prajurit. Ini  merupakan kesenian asli masyarakat Selo.

Kesenian tersebut dimainkan dalam upacara adat atau hajatan besar. Kesenian Soreng  merupakan kesenian yang diadopsi dari kisah Aryo Penangsang dan para prajuritnya. Idealnya minimal dimainkan oleh 10 sampai 12 orang penari laki-laki. Aryo Penangsang merupakan Adipati Pati yang berperang merebut takhta kerajaan Demak, sepeninggal Sultan Tranggono.

Aryo Penangsang tidak setuju kalau takhta kerajaan diwariskan ke Mas Karebet atau Joko Tingkir yang merupakan menantu Sultan Tranggono. Mas Karebet mewarisi takhta kerajaan Demak, dan memindahkan ke istana Pajang. Sebagai raja kerajaan Pajang mas Karebet bergelar Sultan Hadiwijaya.

Aryo Penangsang memiliki kesaktian yang mandraguna. Tunggangan Aryo Penangsang adalah kuda jantan tegar  yang diberi nama Gagak Rimang. Pada akhirnya Aryo Penangsang gugur setelah bertarung dengan Danang Sutawijaya yang merupakan putra angkat Sultan Hadiwijaya.

Danang Sutawijaya sendiri akhirnya menjadi raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta dengan gelar Panembahan Senopati. Kesenian Soreng merupakan kesenian yang cukup diminati seluruh masyarakat. Gerakan unik yang dimainkan para penari Soreng menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Source http://life.108jakarta.com/ http://life.108jakarta.com/2013/06/tari-soreng-dari-boyolali
Comments
Loading...