Kesenian Tari Tradisi Adpada Abisatya Desa Kemiren Banyuwangi

0 50

Adpada Abisatya yang merupakan tari tradisi yang menceritakan tentang  kehidupan Jaripah yang merupakan wanita sakti penjaga Desa Kemiren Banyuwangi yang merawat Barong Sunar Udara. Mereka saling melengkapi satu sama lain, karena kesaktian Jaripah tidak ada apa-apanya jika tidak bersama Barong Sunar Udara, begitupun sebaliknya.

Adpada Abisatya adalah tari tradisi yang diciptakan oleh Niluh Deby Resnasari dan Dessy Novytasari pada tahun 2018-2019 yang semuanya terinspirasi dari cerita fiksi kehidupan wanita sakti bernama Jaripah dengan hewan mitologi Barong Sunar Udara.

Adpada Abisatya ini ditarikan di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta, yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta dalam rangka ujian koreografi 3, pada tanggal 20, 21, 22  Januari 2019, tepatnya pada pukul 19.30 sampai selesai. Total garapan karya tari yang ditampilkan sebanyak 39 karya, dengan pembagian 13 karya per harinya.

Ujian Koreografer 3 ini pada tahun ini mengangkat tema “Harmonisasi Warisan Nusantara” yang mempunyai makna, bagaimana cara menghargai keragaman Budaya Nusantara yang diwariskan ke generasi saat ini untuk dapat dilestarikan, dijunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung didalamnya serta diinovasi ke sebuah karya dengan cara harmoni.

Berangkat dari inilah para mahasiswa diharapkan mampu menciptakan karya inovasi seni koreografi secara harmoni atau berimbang dalam memadukan warisan budaya masa lampau ke karya seni koreografi inovatip yang enak dinikmati oleh para penontonnya.

Tarian ini sangat cocok ditampilkan pada festival-festival tari atau acara seni budaya karena sifatnya yang dapat ditarikan oleh para penari secara berkelompok dan mbrayak serta bersifat menghibur bagi para penontonnya.

Geraknya mengambil dari ragam gerak tari Jawa Timuran khususnya lebih menonjol ke gaya Banyuwangi, seperti gerak ngiwir dan sagah, tapi disini juga menggabungkan beberapa gerak tari yang sudah ada dan kemudian dikembangkan seperti gerak tari gandrung dan kembang goyang dengan pola lantai yang dinamis dan variatif.

Busana yang digunakan mengikuti pakem-pakem yang sudah ada, menggunakan warna merah, hijau, emas, hitam, kuning sesuai dengan warna Barong Sunar Udara. Bagian kepala menggenakan sanggul dan bunga untuk memperkuat penggambaran tokoh jaripah, pada badan menggunakan mekak merah, dan rompi tile di hiasi brukat hijau, dan bagian bawah menggunakan jarik hitam dengan motif khas Banyuwangi, dengan properti barong.

Iringan gendhingnya menggunakan gamelan versi Banyuwangi yang diramu dengan gamelan klasik Jawa dengan bonang, selenthem, kethuk kenong, gong, kendang dengan ciri khas gendingnya dari Banyuwangi dengan tempo yang cepat.

Sebuah kesetiaan kepada teman atau keluarga akan selalu membawa berkah kepada kita manusia, hal ini terlihat dimana kesetiaan sang Barong Sunar Udara kepada Jaripah yang mana kehidupan keduanya saling terkait satu sama lain sampai akhir jaman, ujar Niluh Deby Resnasari.

Source https://myimage.id https://myimage.id/adpada-abisatya/
Comments
Loading...