Kesenian Tari Topeng Radyapatni

0 37

Tari Topeng Radyapatni

Tari Topeng Radyapatni adalah sebuah tari topeng klasik gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang tugas abdi negara yang dalam perjalanannya mengalami gejolak kehidupan baik kekerasan, kemapanan dan kebimbangan. Semua ini pernah dialami dalam mengemban roda pemerintahan. Radyapatni merupakan gelar anugerah bagi pejabat kerajaan. Beragam perjalanan hidup yang tergambar dalam tarian ini dapat dirasakan lewat irama gendhing yang mengiringinya.

Tarian ini merupakan ciptaan dari Dr. KRT Sunaryadi Maharsisworo, SST, M.Sn pada tahun 2000. Kali ini tarian ini ditampilkan sudah dalam proses penyempurnaan geraknya. Tarian ini yang memberi nama adalah  Cokro Warsito, seorang empu karawitan di Daerah Istimewa Yogyakarta, tutur Dr. KRT Sunaryadi Maharsisworo, SST, M.Sn. Tarian ini khusus diciptakan dalam rangka menerima tamu dari negara-negara tetangga (Asean) seperti Thailand, Singapura, Philipina, Australia, New Zealand dan Fuji dalam rangka “Belajar Budaya Indonesia”.

Tarian ini ditarikan pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Trajumas oleh Sanggar Tari Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram, yang merupakan sebuah acara rutin yang kali ini digelar pada tanggal 26 Agustus 2018, yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram (POSRAM) adalah sebuah sanggar tari klasik gaya Yogyakarta dan tari modern yang berdiri pada tanggal 9 Juli 1984 yang didirikan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn. Sanggar tari ini mempunyai base camp di jalan Gedongkiwo MJ I/886 Yogyakarta55142- Indonesia.

Dalam rangka “Belajar Budaya Indonesia” ini ada beberapa sanggar tari selain Sanggar Tari Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram dari Yogyakarta yang ditunjuk untuk mendampingi para peserta dari negara Asean ini, seperti Sanggar Tari Mang Ujo dari Jawa Barat serta Taman Sari dari Bali. Kegiatan “Belajar Budaya Indonesia” ini dilaksanakan pada tahun 2002 sampai 2005.

Tari Topeng Radyapatni ini memang khusus di buat untuk kegiatan ini, dimana secara keseluruhan tarian ini sangat mudah untuk diajarkan bagi pemula karena geraknya mudah dimengerti dan durasinya juga pendek serta yang lebih penting, tarian ini sangat menarik. Ragam geraknya menggunakan tekanan-tekanan yang spesifik seperti pacak gulu yang mana topengnya digerakan oleh kepala dan leher saja dan ragam gerak obah lambung, serta yang lebih penting adalah gerak tregelan atau gerak patah-patah yang dapat menghidupkan karakter dari topeng itu sendiri.

Tarian ini diwarnai dengan ragam gerak tari impur topeng alus. Pola lantai berbentuk hurup T yang kali ini disederhanakan dari tengah maju kesamping kanan dan kiri dengan durasi yang pendek dan gerak yang lebih sederhana. Busana yang dikenakan terinspirasi dari cerita Panji dari wayang gedhok dengan busana badan sampai bawahan mengambil dari inspirasi dari dalam Kraton. Pada bagian kepala menggunakan irah-irah tekes, sumping, topeng alus warna emas.

Pada bagian badan menggunakan kalung susun tiga, dan jariknya menggunakan motip parang gendreh (parang 8 cm) yang dikenakan dengan system sapit urang, celana, boro, stagen (lontong) semuanya motipnya cindhe, sampur dipinggang, serta klat bahu. Iringan gendhingnya menggambarkan tentang perjalanan hidup yang kadang surut, lambat, tenang dan bergejolak dengan gendhing ketawang Radyapatni laras slendro patet songo. Sebuah tarian yang memberikan kita makna tentang kehidupan manusia dalam ajaran Jawa yang bersandar cerita tentang napsu manusia. Bagaimana kita menjaga kesimbangan watak kita menjadi lebih baik secara lahir maupun batin secara keseluruhan dan total.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-topeng-radyapatni/https://myimage.id/tari-topeng-radyapatni/
Comments
Loading...