Kesenian Tari Titimangsa Gelar Tari Kontemporer

0 87

Tari Titimangsa yang merupakan sebuah tari kontemporer yang didalamnya menceritakan tentang Dewi Sri, Dewi kesuburan yang ada di dalam masyarakat petani di tanah Jawa yang sangat diyakini bahwa Dewi ini hadir untuk memberi kesuburan di pertanian maupun rumah tangga yang disimbolkan dalam bentuk loroblonyo.

Dalam tarian ini, kajian Dewi Sri disesuaikan dengan perkembangan jaman sekarang, dimana di masa lalu Dewi Kesuburan ini sangat dihormati, sedangkan pada saat ini banyak yang tidak mengenal dan hilang. Dewi Sri sangat sedih dengan kehidupan sekarang ini.

Dulu Dewi Sri disimbolkan kesuburan, dengan memberi biji berupa padi dan anak di dalam rumah tangga. Semuanya ini didapat dengan melihat mongso (musim) untuk padi dan anak adalah sesuatu yang dinanti dalam sebuah rumah tangga.

Sekarang ini padi didapat tanpa melihat mongso dengan mengimport beras dari luar negeri dan anak ada yang tidak dikehendaki hadir atau lahir seperti lahir dari seks bebas, aborsi, anak yang dibuang. Disinilah kita kehilangan filosofi keberadaan Dewi Sri lagi, baik dalam kehidupan masyarakat petani Jawa maupun didalam rumah tangga yang sakral.

Tari Titimangsa merupakan ciptaan dari Arjuni Prasetyorini, M.Sn yang merupakan karya terbarunya, tarian ini khusus diciptakan untuk ditampilkan pada Gelar Tari Kontemporer yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta sebagai UPTD Dinas Kebudayaan DIY, pada tanggal 18 Oktober 2018 mulai pukul 19.30 wib di Concert Hall TBY.

Arjuni Prasetyorini, M.Sn merupakan alumnus ISI Yogyakarta yang lahir pada tanggal 27 Juli 1982 di Kulon Progo. Dia adalah owner dari Sanggar Seni Bodronoyo sekaligus pengajar di divisi tari. Pernah belajar modern dance dengan Rodger Belman dan tari Afrika dengan Sharone Price.

Gelar Tari Kontemporer kali ini mengusung tema “Mata Matra Mantra” yang menampilkan tiga kareografer muda yaitu, Arjuni Prasetyorini M. Sn “Titi Mangsa”, Tri Anggoro S.Sn “Urib Urub” dan Pulung Jati Ronggo Murti S.Sn “Siklus” yang kesemuanya mengandung seni hidup di budaya Jawa terutama Yogyakarta.

Inspirasi dari tarian ini didapat dari konsennya Arjuni Prasetyorini dalam dunia budaya Jawa yang syarat dengan filosofi. Selain itu Arjuni Prasetyorini juga ingin menghadirkan Dewi Sri ini di jaman sekarang ini. Banyak upacara adat untuk acara ini, tapi semuanya hanya kemasan atau produk yang isinya dan maknanya sudah hilang.

Dalam sajiannya tarian ini juga memuat pesan apakah Dewi Sri masih dikenal oleh masyarakat dengan segala makna dan filosofinya. Ektensinya dikembalikan lagi karena sudah lama menghilang dengan dihadirkan melalu mata, matra, mantra dan doa-doa serta pemaknaan, bahwa pada hakekatnya Dewi Sri itu ada.

Gerak Tari Titimangsa lebih mengambil spirit dari Dewi Sri dimana kesannya simple, rapi dan tidak membosankan, tapi ada beberapa gerakan yang menggambarkan kemarahan, kekacauan dan beberapa gerakan yang mengexplore gerak wayang yang terbuat dari suket yang menggambarkan tentang punokawan.

Pola lantainya tidak terlalu rumit, hanya beberapa garis yang dihadirkan karena kondisi yang terjadi, antara lurus yang melambangkan keadaan yang salah harus diluruskan, melingkar yang menggambarkan persatuan yang utuh dalam masyarakat yang terjadi karena keadaan sekarang ini.

Busana yang dikenakan mengambil warna-warna dari alam, seperti merah, coklat dan hijau tua, tapi semuanya masih mengacu pada busana tradisional seperti kemben,celana gombrang dengan atasan yang memberikan kesan dinamis, dengan riasan natural. Properti yang digunakan berupa wayang suket, wayang Dewi Sri dan  lampion kecil.

Iringan musik yang mengiringi Tari Titimangsa menggabungkan unsur musik tradisional berupa gamelan klasik Jawa dengan alat musik modern dalam bentuk midi, yang kesemuanya menghadirkan spiritual mantra.

Dengan memaknai filosofi Dewi Sri, diharapkan masyarakat tahu bahwa Dewi Sri itu ada, terutama para perempuan diharapkan menjaga harkat dan martabat wiji yang diberikan oleh Dewi Sri sebagai bagian bentuk  kasih sayangnya terhadap manusia, ujar Arjuni Prasetyorini M. Sn.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-titimangsa/
Comments
Loading...