budayajawa.id

Kesenian Tari Peksimoi Sleman Yogyakarta

0 6

Kesenian Tari Peksimoi Sleman Yogyakarta

Di Dusun Soka Wetan, Kelurahan Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, seorang ulama menciptakan gerak badan yang berirama dengan sentuhan islami. Tari peksimoi adalah sebuah kesenian berupa tari yang dibalut dengan nuansa musik dan syair.

Tari peksimoi diciptakan pada tahun 1954 oleh KH. Nahrowi. Tari peksimoi memiliki makna persatuan kesenian Islam, olahraga dan bela diri. Tarian ini bertujuan untuk menghibur masyarakat dengan bait-bait Islam dihiasi dengan gerakan yang indah, luwes dan dinamis. Tari peksimoi tidak hanya dikreasikan untuk hiburan semata. Sang pencipta tari ini pun juga memiliki visi menyiarkan agama Islam dengan pendekatan yang masih terikat dengan budaya setempat.

Gerakan tangan yang gemulai dan dipadukan dengan seni bela diri khas Jawa berhasil memikat masyarakat setempat untuk mendalami agama Islam yang di syiarkan para kyai. Ajakan kebaikan yang berisi syair islami serta shalawat Nabi menjadi nyanyian utama yang menyertai tari peksimoi.

Syair terbagi dua yaitu syair berbahasa Arab yang diambil dari buku Tlodo Barzanji berisikan dakwah pendidikan Islam. Satu lagi yang berbahasa Indonesia berisi ucapan selamat datang dan terima kasih. Tarian dibawakan secara berkelompok ini diiringi oleh para pemain musik yang juga bertugas sebagai pelantun syair.

Dalam setiap kali pertunjukannya, alat musik seperti 3 buah rebana dan sebuah beduk (jedor) menjadi instrumen yang selalu mendampingi tari peksimoi. Tari peksimoi menjadi sebuah daya kreasi ulama yang sangat amat mencintai agama dan masyarakatnya untuk menuju ke jalan yang lebih baik dengan cara yang berbudaya.

Source https://www.indonesiakaya.com/ https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/seni-tari-hasil-kreasi-sang-ulama
Comments
Loading...