Kesenian Tari Menthok Megol

0 146

Tari Menthok Megol merupakan sebuah tari kreasi baru yang menginterpretasikan sekelompok menthok sedang bermain makan dan minum di kolam air yang diciptakan, Maria Magdalena Ngatini  yang merupakan Mentrik 1991.

Tarian ini ditampilkan khusus untuk sebagai pembuka acara dalam penutupan (Closing Ceremony) dalam Gugus Bagong 2018, Gelar Seni dan Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara dan Asean PSBK yang dilaksanakan dari tanggal 18-20 Oktober 2018 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo, Ds. Kembaran RT 04-05, Tamantirto, Kasiah , Bantul, DIY.

Acara ini untuk memperingati 90 tahun usia Bagong Kussudiardjo dan 60 tahun Pusat Pelatihan Tari Bagong Kussudiardjo (PLBK), serta 40 tahun Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK), dimana semua yang ditampilkan disini memuat spirit/semangat dari Bagong Kussudiardjo yang sangat kreatif dan inovatif.

Ide tarian ini didapat manakala beliau teringat masa kecilnya, dimana diseputaran rumahnya banyak sekali hidup menthok, ayam  dan bebek. Disinilah beliau sangat tertarik dengan tingkah laku menthok yang kalau berjalan megal-megol dengan sangat lucu tapi penuh keceriaan.

Maria Magdalena Ngatini merupakan mentrik PSBK 1979, lahir di pati 17 September 1962. Bersama dengan Alm. Ida Manutranggana (putri pertama Bagong Kussudiardjo) telah menciptakan karya tari Senyum Indonesia. Hingga kini masih aktif mendapingi generasi penerus PLBK, juga tekun memberikan pelajaran tari bagi anak-anak, remaja dan dewasa di Bantul. Beberapa karya beliau antara lain Sekar Ganjeng, Sembah Pambuko, Kudo Jabang, Si Me Ong dan Theot Theblung.

Ragam gerak dalam Tari Menthok Megol didapat dari mengamati gerak menthok setiap harinya dari mencari makan, berjalan, berenang yang kemudian dikombinasikan dengan ragam gerak tari tradisi Jawa, seperti gedruk trisik, ngithing, ngruji, mendak dan pacak gulu sehingga terciptalah kombinasi gerak tari untuk anak-anak yang menghibur.

Busana yang dikenakan, pada bagian irah-irahan dibuat menyerupai kepala menthok. Pada bagian kastum di badan dibuat sedikit kreatif, simple dan mudah serta tidak susah untuk anak-anak dikala memakainya. Warnanya putih disesuaikan dengan warna asli menthok.

Iringan gendhingnya termasuk dalam jenis garapan, dimana didalamnya menceritakan tentang keceriaan dan keindahan dijaman anak-anak yang dikombinasikan tembang-tembang yang isinya menceritakan tentang megal-megolnya menthok dengan segala kelucuannya

Dengan terciptanya sebuah tarian anak-anak yang disesuaikan dengan dunianya, akan menambah khasanah tarian anak-anak yang sekarang ini lebih didominasi tarian orang dewasa yang dipaksakan ditarikan oleh anak-anak. Dengan tarian ini anak-anak akan menikmati dan lebih mencintai seni budaya lewat tarian, ujar Maria Magdalena Ngatini.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-menthok-megol/
Comments
Loading...