Kesenian Tari Linier, Gugus Bagong

0 81

Tari Linier yang merupakan tari kontemporer yang didalamnya menginterpretasikan lukisan-lukisan karya Bagong Kussudiardja dalam bentuk garis-garis ke dalam jiwa anak muda, tapi tetap memakai style dari  Bagong Kussudiardja (Jawani).

Tari Linier adalah tarian ciptaan dari PLT Bagong Kussudiardja (BK), yang kali ini diciptakan khusus untuk ditampilkan sebagai penutupan (Closing Ceremony) dalam Gugus Bagong 2018, Gelar Seni dan Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara dan Asean PSBK yang dilaksanakan dari tanggal 18-20 Oktober 2018 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo, Ds. Kembaran RT04-05, Tamantirto, Kasiah , Bantul, DIY.

Acara ini untuk memperingati 90 tahun usia Bagong Kussudiardjo dan 60 tahun Pusat Pelatihan Tari Bagong Kussudiardjo (PLBK), serta 40 tahun Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK), dimana semua yang ditampilkan disini memuat spirit/semangat dari Bagong Kussudiardjo yang sangat kreatif dan inovatif.

Dalam membuat tarian ini, PLT Bagong Kussudiardja (BK)  selalu menerapkan ajaran-ajaran dasar tari yang kreatif dari Bagong Kussudiardja, seperti 31 artinya tiga orang menjadi satu, kemudian ada duet dan tunggal. Intinya ada pembagian kerja kelompok dalam tarian ini, selain itu Bagong Kussudiardja selalu memberi ruang bagi anak asuhannya untuk selalu berkarya dimanapun.

Dalam komposisinya tarian ini terlihat jelas filosofinya, dimana para PLT Bagong Kussudiardja sebagai generasi penerus selalu ingin berkarya tanpa ada akhirnya. Ajaran-ajaran BK  dikembangkan seperti tercantum dalam judul tarian ini “Linier” yang masih ada benang merahnya dengan BK tanpa ada titik (akhir).

Gerak dalam tarian ini ada masukan dari Djaduk Ferianto, dimana walaupun kontemporer tapi harus tetap ada gerakan yang merupakan ciri khas dari BK berupa ragam gerak tari Jawa, jangan “mbalet” full artinya jangan murni gerakan kontemporer semua.

Pola lantai yang digunakannya pun masih terinspirasi dari garis-garis dalam lukisan BK yang diterapkan dalam tarian ini dengan bebas tapi terstruktur sehingga tercipta kedinamisan yang  membentuk sebuah keindahan tarian.

Iringan musik yang mengiringi terispirasi dari puisi BK yang berjudul “Lampu Cinta” yang kemudian diterjemahkan dengan iringan musik yang sangat minimalis yaitu hanya rebab dan vocal, sehingga menciptakan suasana khitmat dan hening tanpa terpengaruh keadaaan sekelilingnya, tapi tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.

Jadilah Bagong-bagong besar!!! Dan teruslah berkarya, jangan jadi Bagong-bagong kecil yang hanya dibelakang. Tarian ini diharapkan bisa menghimpun kembali kepingan-kepingan pemikiran dari BK di bidang kesenian yang mewarnai kehidupan Indonesia, ujar Andit (salah satu anggota PLT Bagong Kussudiardja).

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-linier/
Comments
Loading...