budayajawa.id

Kesenian Tari Kumbokarno Hanoman, Tari Klasik Gaya Yogyakarta

0 19

Tari Kumbokarno Hanoman adalah sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang ide ceritanya diambilkan atau terispirasi dari kisah Ramayana, pada adegan saat gugurnya Kumbokarno yang merupakan adik dari Raja Rahwana dari Alengka Diraja, yang mempunyai paras raksasa tapi mempunyai hati yang baik dan suci.

Karena diposisikan sebagai pengemban tugas untuk melindungi negara, maka sebagai seorang kesatria untuk tetap mengemban dharmapara (dharma tertinggi) negara Alengka Diraja, nyawanya dipertaruhkan. Meskipun akhirnya sesotyo (permata) inipun harus brastho (gugur) dimedan laga perang oleh panah Prabu Rama Wijaya dalam membela tanah tumpah darahnya negara Alengka Diraja.

Acara ini merupakan  Program Penguatan Lembaga Seni dari Dinas Kebudayaan DIY dengan maksud dan tujuan untuk lebih menghidupkan seni budaya di DIY melalui sanggar-sanggar tari klasik agar lebih kreatif untuk menciptakan tarian-tarian klasik yang baru tapi masih mengaju pakem yang ada di dalam Kraton yang berguna untuk pelestarian tari klasik gaya Yogyakarta pada umumnya.

Dalam acara ini, beliau menampilkan 7 tarian kreasi yang diciptakan pada tahun 2018 semua. Tarian-tarian tersebut antara lain Tari Topeng Asmarabangun, Tari Kijang, Tari Topeng Sekartaji, Beksan Retno Mataya, Srimpi Jatining Panembah, Kumbokarno Hanoman serta Beksan Wastra Rinakit.

Ragam gerak Tari Kumbokarno Hanoman sebenarnya sudah ada didalam tari klasik gaya Yogyakarta. Disini Dr. KRT Sunaryadi Maharsisworo, SST, M.Sn hanya merangkai kembali geraknya dimana ada beberapa bagian yang ditambahi dan dikurangi, intinya di variasi kembali, tanpa meninggalkan pakem-pakem gerak tari gaya Yogyakarta yang sudah ada.

Ragam gerak tari Kumbokarno (buto) dinamakan ragam gerak sekar suwun, sedangkan ragam gerak hanoman disebut dengan ragam gerak kambeng. Semua ragam gerak Tari Kumbokarno Hanoman ini kalau ditarikan dimana saja pasti pakemnya sama semua dalam hal ini ragam gerak klasik Yogyakarta.

Busananya pun sudah ada pakemnya, yang biasa dipakai didalam Kraton, pada tarian ini juga menggunakan persis yang dipakai di dalam Kraton yang menunjukan peran sebagai Kumbokarno dan Hanoman. Pada jaman HB VII busana yang dipakai pada tarian ini memakai iket saja, sehingga kalau kita menonton tarian ini harus benar-benar tahu karakter dari kedua penari ini memerankan apa. Baru pada jaman HB VIII mengalami perubahan dengan menggunakan busana seperti yang tercermin pada wayang kulit.

Iringan gendhing yang mengiringi Tari Kumbokarno Hanoman ini pada maju beksan menggunakan ladrang sukromasa, kemudian untuk enjernya menggunakan agun-agun dan pada adegan perangnya menggunakan playon dan gangsaran. Dimana disini juga ada tembangnya yaitu tembang odho-odho dan kawin durno yang menceritakan tentang raksasa yang sedang marah.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-kumbokarno-hanoman/
Comments
Loading...