Kesenian Tari Golek Pamularsih, Yogyakarta

0 43

Tari Golek Pamularsih

Tari Golek Pamularsih merupakan sebuah tarian yang menggambarkan tentang seorang gadis remaja yang sedang mekar-mekarnya yang senang bersolek dan bergaya dengan kenes dan kemayunya, layaknya seorang remaja putri yang sedang jatuh cinta. Apapun yang dilakukan harus terlihat cantik dan manis untuk mendapat perhatian seorang pria yang sedang di inginkannya untuk menjadi pendamping hidupnya.  Tarian golek pertama kali di ciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1941. Beliau mengajak para pakar tari dan sanggar-sanggar tari untuk menciptakan tari golek ini yang kemudian seiring dengan waktu berjalan tarian ini banyak macamnya seperti golek cluntang, golek cangklek, golek asmaradono, golek kenyo, golek lambangsari, golek ayun-ayun. Sedangkan Golek Pamularsih merupakan ciptaan dari Gusti Bendoro Raden Ayu Yudonegoro.

Busana pada Tari Golek Pamularsih terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain pada bagian kepala menggunakan lare, sumping, siyung, pelik, mentul dan ceplok cabean. Sedangkan pada bagian badan menggunakan rompi golek yang pada bagian pinggang memakai slepe yang menutup sampur. Untuk kain jariknya menggunakan motip kesit gordo dimana cara memakainya dengan cara seretan artinya disebelah kanan diwiru kemudian sebelah kirinya polos sehingga kalau ditarik seperti seretan. Gerak yang dipakai pada Tari Golek Pamularsih kalau dibagian tari putra disebut dengan klono atau sering disebut dengan muryani busono yang artinya berdandan secantik-cantiknya. Geraknya terbagi dimana awalannya disebut maju gendang dimana pada tarian golek ini ada 2 yaitu kapang-kapang dan samberan. Pada Tari Golek Pamularsih masuknya pada samberan. Untuk bagian tengah geraknya disebut gordo yang merupakan inti dari gerakan golek putri, dan yang terahkir disebut gerak klono muryo busono dimana disini geraknya memperlihatkan sang penari akan kecantikannya kepada semua orang.

Iringan yang mengiringi Tari Golek Pamularsih memakai gamelan klasik Jawa yang mana gendhingnya memakai gendhing pamularsih. Biasanya pada tari golek ini nama dari tariannya dipakai sebagai nama gendhingnya sekalian, seperti golek ayun-ayun, golek surung dayung. Sebuah tari khas Yogyakarta yang merupakan warisan seni budaya Indonesia yang tidak ternilai, yang patut kita lestarikan sampai kapanpun. Dengan adanya pagelaran setiap minggu di Kraton Yogyakarta walaupun ide awalnya untuk pariwisata tapi hal ini malah merembet jauh pengaruhnya menjadi pelestarian seni budaya Yogyakarta yang adiluhung.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-golek-pamularsih/
Comments
Loading...