Kesenian Tari Dayaan/Topeng Ireng Di Temanggung

0 53

Kesenian Tari Dayaan/Topeng Ireng Di Temanggung

Topeng Ireng merupakan tarian rakyat kreasi baru yang merupakan metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo. Asal muasal mengenai siapa yang menciptakan kesenian Topeng Ireng untuk pertama kalinya belum jelas dan rancu hingga saat ini. Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, kesenian Topeng Ireng mulai berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi Merbabu dan Sumbing pada tahun 1960-an.

Dayakan merupakan pengembangan dari tarian Kubro Siswo. Perbedaannya adalah pada kostum. Kubro Siswo hanya menggunakan celana kolor dan rompi saja, sedangkan dayakan menggunakan kostum berupa pakaian setengah Dayak dan setengah Indian, yaitu terdapat bulu-bulu di bagian topi. Menggunakan kaos ketat dan dilengkapi dengan Rencong. Gerakannya tidak kalah energik dengan Kubro Siswo.

Seni kebudayaan dayaan/topeng ireng mengisahkan tentang perjuangan seorang pertapa untuk membuka lahan hutan untuk dijadikan sebagai tempat pemukiman. Dimana dihutan tersebut terdapat manusia rimba. Seorang pertapa tersebut melawan para manusia rimba dan mengajari mereka untuk hidup sebagai manusia biasa, mengajak mereka membuka hutan, membuka lahan pertanian, dan mengajari seni bela diri.

Kekompakan tari adalah hal yang paling diutamakan oleh para penari topeng ireng ini. Topeng Ireng sering juga disebut sebagai Tari Dayakan, hal tersebut dikarenakan kuluk/topi yang digunakan hampir sama dengan topi yang dipakai oleh masyarakat suku Dayak. Dimainkan oleh 8 atau lebih pemain.

Source http://temanggung.dosen.unimus.ac.id/ http://temanggung.dosen.unimus.ac.id/perpustakaan/tari-dayakan/
Comments
Loading...