Kesenian Sunda: Tari Genjring

0 39

Tari Genjring

Tari Genjring adalah sebuah tarian yang berasal  dari Sunda yang menggambarkan tentang keceriaan seorang anak-anak yang ekspresif, yang diiringi oleh musik genjring dan bedug. Tarian ini merupakan tarian kelompok yang  biasanya di tarikan pada acara hajatan yang diadakan oleh masyarakat. Seiring dengan jamannya tarian ini dikenal dengan genring bonyok yang merupakan kesenian kreasi baru yang berkembang pada puncaknya di Kabupaten Subang, Sunda pada tahun 1996-1997. Proses  pembentukan tarian genjring bonyok awalnya dimulai dengan pengadopsian instrument musik terompet yang sangat umum digunakan dalam kesenian tradisi Sunda di Kabupaten Subang. Pengadopsian instrument terompet ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi lagu yang beragam.

Tari Genjring  ditampilkan oleh Grup Tari Kinarya Soerya Soemirat  Pura Mangkunegaran  Surakarta pada pegelaran seni tari di Dalem Prangwedan Pura Mangkunegaran dalam acara Setu Ponan ke 48, tepatnya pada tepat tanggal 29 April Acara ini sebagai peringatan lahirnya KGPAA Mangkunegaran IX yang lahir pada hari Sabtu Pon yang selalu digelar setiap 35 hari sekali, dimana penyelengaranya adalah Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta. Tari Genjring biasanya ditampilkan bersama-sama dengan kesenian lain secara bergantian dalam perhelatan yang diadakan oleh masyarakat, seperti kesenian gembyung, pencak silat, sisingaan dan reog.

Dalam perkembangan selanjutnya tidak hanya instrument terompet saja yang menjadi bagian dati Tari Genjring ini tapi kemudian dilengkapi dengan instrument musik bedug, gong dan kecrek, dengan maksud agar instrument yang mengiringi tarian ini lebih variatif dan semakin terasa enak didengar dalam penyajiaannya. Gerakan dalam Tari Genjring lebih menonjokan gerakan tangan dan badan penarinya dengan kesan erotis terutama pada bagian gerakan bahu yang merupakan ciri khas dari tarian-tarian khas Jawa Barat. Karena tidak ada gerak pakemnya maka dalam perkembangannya gerak tariannya lebih variatif setiap kali tarian ini ditampilkan dengan menyesuaikan irama yang mengiringinya.

Busana yang dikenakan dalam tarian ini menggunakan baju kampret, celana pangsi, kebaya, sumping, hiasan kepala dengan mahkota dengan hiasan bulu-bulu dengan warna-warni serta hiasan bunga kuning pada bahu penarinya Iringan yang mengiringi tarian ini menggunakan alat musik sebuah bedug yang berfungsi sebagai pengatur irama, tiga buah genjring yang berfungsi sebagai irama yang bersahutan dan sebuah kendang sebagai  pemberi  tekanan dan irama, sebuah kulanter yang berfungsi mengikuti irama serta gong besar yang berfungsi untuk menutup akhir irama. Gong kecil sebagai pengisi irama, terompet sebagai melodi dan kenong sebagai pengimbang irama serta kecrek untuk mempertegas dan pengatur irama.

Risan pada tarian ini menggunakan riasan make up cantik yang dapat memberikan kesan atau karakter penarinya semakin menonjol serta lebih berkarakter pada peran yang ditarikan lebih terlihat. Melalui pelestarian dan pengembangan kesenian yang bersumber dari tradisi budaya lokal sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai positip yang terdapat di dalam sebuah tarian yang mempunyai makna dan filosofis yang diharapkan menuju dalam pembentukan khasanah budaya budaya yang lebih berkarakter sebagai budaya bangsa Indonesia yang dapat dijadikan sebagai daya tarik pariwisata.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-genjring/
Comments
Loading...