Kesenian Singa Lugay Sukadana

0 68

Singa Lugay Sukadana

Kesenian Singa Lugay ini rupanya sering mendapat undangan pentas dari daerah lain, termasuk saat pembukaan MTQ tingkat Jabar di Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Lingkung Seni Singa Lugay Sukadana, Dikdik, menjelaskan, meski belum dikenal luas di masyarakat, seni Singa Lugay sudah ada sejak dulu. Bahkan, kata dia, seni ini memiliki historis bagi masyarakat Kecamatan Sukadana.

Menurutnya, dua ekor singa merupakan simbol penjaga dalam lambang kerajaan Belanda. Begitu juga kerajaan Inggris yang menggambarkan sosok dua ekor singa dalam lambang kerajaannya.

“Kesenian Sisingaan memang awal mula terlahir di Subang pada sekitar tahun 1940. Kemudian kala itu berkembang ke daerah lainnya, termasuk ke Sukadana Ciamis. Seiring perkembangan zaman, lalu mengalami perkembangan signifikan sejak tahun 1970-an. Dan di setiap daerah memiliki perbedaan atau ciri khas masing-masing. Termasuk di Sukadana berkembang Sisingaan yang disebut Singa Lugay,” terangnya.

Memasuki tahun 2000-an, lanjut dia, seni Singa Lugay mengalami perkembangan dengan dilakukan inovasi yang mengikuti era zaman saat ini. “Kita mencoba memadukan seni Singa Lugay dengan perkembangan modern saat ini. Hal itu agar seni ini bisa diterima kalangan muda,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Singa Lugay, Budi Utama, mengatakan, yang pertama kali mendirikan gotong Singa Lugay di Ciamis, yaitu Uned Junaedi Wiriasasmita dari Kecamatan Sukadana.

“Pada waktu itu Pak Uned menghimpun pemuda di lingkungannya untuk belajar dan melestarikan seni Singa Lugay. Dan pertama kali mentas di acara khitanan pada tahun 1965. Setelah berkembang, seni ini mendapat respons dari masyarakat Ciamis. Hingga dii era tahun 1990-an pernah menjadi kesenian favorit di wilayah Kabupaten Ciamis,” katanya.

Bahkan, pada tahun 1982, pernah menyambut Menteri Lingkungan Hidup Prof Emil Salim saat berkunjung ke Ciamis. Sampai sang menteri naik di atas sisingaan tersebut.

“Tahun 2005 seni Singa Lugay tampil di acara Festival internasional layang-layang di Pangandaran, pembukaan PORPEMDA Jabar di Sukabumi, helaran HUT Kabupaten Kuningan dan tampil di Hari Jadi Kabupaten Cilacap,” katanya.

Mulai tahun 2015, lanjut Budi, seni Singa Lugay dibina Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Ciamis. Kemudian mulai berinovasi dengan memainkan perempuan sebagai penggotongnya.

“Inovasi ini sebagai bentuk nyata dari kemampuan dan semangat kaum perempuan. Bahkan, menjadi sebuah keunikan tersendiri ketika seni gotong singa para pemainnya  perempuan,” ujarnya.

Source https://www.harapanrakyat.com https://www.harapanrakyat.com/2016/04/begini-sejarah-berkembangnya-seni-singa-lugay-dari-sukadana-ciamis/
Comments
Loading...