Kesenian Sari Tunggal, Krida Beksa Wirama

0 24

Beksan Sari Tunggal adalah sebuah tarian yang menggambarkan rangkuman gerakan dasar tari klasik gaya Yogyakarta khusus untuk penari putri. Dengan menguasai dasar Beksan Sari Tunggal ini maka diharapkan, penari putri untuk pengembangan gerak tari atau varian lain tari klasik gaya Yogyakarta akan dengan mudah untuk menguasainya. Beksan Sari Tunggal ini ide awalannya disusun sebagai bahan pembelajaran bagi penari-penari putri di luar Kraton Yogyakarta.

Agar bisa mempelajari tarian klasik gaya Yogyakarta secara khusus dan sungguh sungguh. Karena varian gerak, busana , riasan, pola lantai dan iringan gendhing untuk mengiringi  tari klasik gaya Yogyakarta yang ada di dalam Kraton  sangat banyak, variatif  dan rumit. Beksan Sari Tunggal ini disusun oleh Gusti Pangeran Haryo Tejokusumo dengan Bendoro Pangeran Haryo Suryodiningrat, dimana kedua beliau  ini adalah putra dari Hamengku Buwono VII, yang dibantu oleh para empu-empu tari di Kraton Yogyakarta.

Beliau berdua juga membuat salah satu sanggar tari yang merupakan salah satu sanggar tari klasik gaya Yogyakarta yang pertama kali keluar dari tembok Kraton Yogyakarta dengan nama Krido Bekso Wirama. Sanggar ini dulunya di Ndhalem Tejokusuman. Sekarang ini sanggar ini mempunyai di 3 tempat untuk berlatih, antara lain di Ndhalem Tejokusuman, Tirtodipuro dan Pendopo Ambarukmo. Pada tahun ini sanggar ini sudah seabad umurnya karena dulu berdirinya pada tanggal 17 Agustus 1918. Alamat Sanggar Krido Bekso Wirama di jalan S Parman no 16, tepat dibelakang Ndhalem Tejokusuman.

Secara umum tari klasik gaya Yogyakarta yang di kembangkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang mana tarian ini lebih dikenal dengan Joged Mataraman.  Dulu tarian ini digunakan selain sebagai media untuk berkesenian juga sebagai alat perjuangan untuk melawan penjajah. Tarian ini mempunyai landasan gerak yang bersumber dari budaya Kraton Yogyakarta, dimana patokannya harus sajiwi (konsentrasi), greged (penuh semangat), senguh (percaya diri) dan ora mengkuh (pantang menyerah). Ragam gerak Beksan Sari Tunggal secara komplit versi Krido Bekso Wirama ada 30 dimana pada kali ini yang ditampilkan di Pendopo Royal Ambarukmo Yogyakarta ini hanya 18. Ragam gerak itu antara lain gordo kanan, gordo kiri, gordo mubeng, nyamber, kicat, lambeyan, jengkeng dan terakhir sembahan.

Irama gendhing pada tari ini menggunakan gendhing ketawang dengan gamelan klasik Jawa yang komplit dari kendang, demung, saron, peking, boning, slenthem, kenong, kethuk, gender, gambang, rebab, siter, suling dan gong. Mempelajari tarian ini sangat banyak keuntungannya, mulai dari yang ingin menjadi penari professional, maka dia akan mudah sekali mengembangkan atau mengikuti semua tarian khususnya tari klasik gaya Yogyakarta dan tarian ini juga merupakan bagian dari penyembuhan secara keseluruhan bagi jiwa dan raga kita, yang selama ini disibukan dengan urusan kantor dan permasalahan yang lain secara kompleks.

Source https://myimage.id https://myimage.id/beksan-sari-tunggal/
Comments
Loading...