Kesenian Sandhur Panthel Madura

0 39

Kesenian Sandhur Panthel Madura

Sandhur Pantel adalah kesenian tradisional yang berasal dari desa Ambunten Barat, sebuah desa di kecamatan Ambunten, Madura, Jawa Timur. Kesenian ini menggambarkan bagaimana rapuh dan begitu sangat bergantung pada rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Fungsi awal dari kesenian ini adalah sebagai media berkomunikasi dengan Tuhan untuk meminta agar dijauhkan dari segala macam bentuk bencana. Tidak hanya itu saja, Pementasan Sandhur Pantel juga dipentaskan untuk memohon turun hujan saat kemarau panjang datang, untuk acara rokat anak,untuk nelayan yang berkurang hasil tangkapan ikannya,dan juga sebagai proses penyembuhan.

Sejarah dari lahirnya kesenian ini adalah konon ceritanyaterdapat seorang anak dari desa Ambunten barat bernama Sandhur, yang notabene adalah seorang yang taat beragama. Karena ketaatannya,seseorang yang dikultuskan dalam daerah tersebut merasa iri terhadap Sandhur dan takut akan kehilangan wibawanya, dan berencana membunuhnya. Dikisahkan juga,sang pelaku tidak berhasil membunuh Sandhur, karena Sandhur telah dimasukkan oleh Yang Maha Kuasa kedalam sebuah pohon besar,yang dimana proses ini sekarang disebut dengan Sandurrelang.Karena geram tidak mampu menemukan Sandhur, sang pelaku kemudian melakukan mediasi dan mendapat suara gaib yang menunjukkkan posisi dimana Sandhur berada. Tanpa membuang waktu,sang pelaku kemudian menghampiri pohon tersebut dan menggergajinya.

Kesenian Sandhur Pantel sendiri merupakkan perpaduan antara seni tari,musik,dn tembang.Dalam setiap pementasannya,Sandhur Panel dimainkan oleh Pria dan wanita yang terdiri dari13 penabuh pria, 5 penembang wanita, 1 orang dalang,dan 14 orang penari. Gerakan tarian dari Sandhur pada Sandhur Panel sendiri ada 14 gerakan tari dengan durasi pementasan selama 5-6jam.

Pementasan Sandhur Panel biasanya dilakukan pada malam hari dan dibagi menjadi dua babak.Komposisi dari Sandhur Panel adalah dibelakang adalah para penabuh,didepan penabuh adalah penembang wanita, didepan penembang wanita adalah ketua dari Pementasan Sandhur Panel(atau bahasa populernya adalah dalang),sementara diposisi terdepan adalah para penari berjumlah 14 orang

Pembukaan pementasan dibuka dengan gending Mantre Anom yang kemudian dilanjutkan dengan melantunkan doa pujian.Sementara tarian yang dibawakan sesuai dengan pengaturan komposisi dengan gerakan-gerakan sederhana. Pementasan pertama berdurasi sekitar 3-4 jam.Sedangkan pada babak kedua,para penari melakukan gerak ragam yang sama sambil melantunkan bait-bait.

Setiap pementasan selalu disediakan sesaji yang disediakan dalam sebuah ancak.Didalam ancak tersebut dihiasi oleh janur, dan tersedia beberapa makanan seperti kelapa gadintg, jajan pasar, kue kering, nasi dan panggang ayam serta roncean.

Tata busana dari para lakon Sandhur Pantel ini adalah para penembang memakai kain panjang dipadu dengan kebaya sono’, para penari memakai busana pesa’,celana komprang hitam,baju longgar hitam,dibagian pinggang dan dililitkan kain panjang yang dilipat. Sementara para pengrawit memakai seragam yang sama.

Penjelasan singkat tentang seni budaya Sandhur Panel.Satu-satunya yang menjadi kekhawatiran adalah kebudayaan ini rentang akan punah karena hanya dimainkan dilingkungan Ambunten Barat dan generasi mudanya pun tidak dapat dipastikan bakalan mempelajari dan melaksanakan ritual ini.

Source http://tempatsaring.blogspot.co.id http://tempatsaring.blogspot.co.id/2013/05/sandhur-pantel.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.