Kesenian Reog Bulkiyo, Kabupaten Blitar

0 34

Kesenian Reog Bulkiyo, Kabupaten Blitar

Masyarakat Kecamatan Nglegok yang mayoritas beragama Islam, sehingga bentuk kesenian hanyalah kesenian-kesenian yang bernafaskan budaya Islam, walaupun juga tidak menutup kemungkinan kesenian-kesenian lainnya, seperti ludruk, ketoprak, wayang dan lain sebagainya dapat hidup dan diterima oleh masyarakat setempat. Adapun kesenian yang bernafaskan budaya Islam, yang ada di Kecamatan Nglegok adalah : Reog Bulkiyo, Jedor, dan Mondreng. Dari jenis kesenian-kesenian tersebut yang hingga saat ini masih bertahan dan dapat dinikmati oleh masyarakat, hanya tinggal Reog Bulkiyo dan Mondreng.

Reog Bulkiyo merupakan salah satu bentuk kesenian trandisional berupa tari-tarian yang bernafaskan budaya Islam. Hal ini terlihat dari temanya yaitu peperangan antara kaum Islam dengan kaum kafir, dan para pemainnya semua laki-laki yang berjumlah 13 orang. Reog Bulkiyo menurut sejarahnya berasal dari mataram, dan sampai di daerah Nglegok tanpa ada per­kembangan atau perubahannya.

Pemain kesenian Reog Bulkiyo dari sejumlah 13 orang tersebut, terbagi menjadi 6 (enam) bagian dan masing-masing bagian tugas sendiri-sendiri, yaitu:

5 (lima) orang pembawa terbang/rebana terdiri dari:

  • 1 buah terbang thrinthing;
  • 1 buah terbang gedug tiga;
  • 1 buah terbang glenyohan;
  • 2 buah terbang gae;

1 orang pembawa 1 pasang kecer/kepyek, yang berfungsi sebagai pengatur irama dari keseluruhan alat musik Reog Bulkiyo.

1 orang peniup Sronen (terompet).

3 orang penabuh kenong dan kempul, terdiri dari :

  •  kempul (jur) dengan nada slendro
  •  kenong dengan 6 slendro
  •  bende dengan nada 1 minir slendro.

1 orang pembawa bendera warna putih.

Bendera adalah ungkapan yang memnggambarkan bahwa peperangan antara kebaikan dengan ke­burukan. Bendera tersebut diberi lukisan Dasamuka dan Hanoman. Lukisan Hanoman merupakan gambaran tokoh yang beijiwa kesatria dan berwatak jujur, sedangkan Dasamuka menggambarkan watak angkara murka.

2 orang pembawa pedang yang menggambarkan dua kelompok yang berperang. Yaitu kebaikan dan keburukan.

Source http://jawatimuran.net http://jawatimuran.net/2013/02/27/reog-bulkiyo-kabupaten-blitar/

Leave A Reply

Your email address will not be published.