Kesenian Remo Boletan, Kabupaten Jombang

0 46

Kesenian Remo Boletan, Kabupaten Jombang

Setiap daerah di Jawa Timur mempunyai bentuk kesenian daerah yang dapat menjadi ciri khas suatu daerah. Demikian halnya dengan Kabupaten Jombang, di mana para pemerhati maupun pelaku seni sangat mengenal Jombang dengan kesenian ludruknya. Bahkan bagi masyarakat Jombang juga mafhum kalau cikal-bakal besutan berasal dari Jombang. Hanya saja dibutuhkan sebuah upaya pembuktian secara tertulis bahwa ludruk berawal dari Kota Santri ini. Kenapa hal tersebut harus ditelusuri? Jangan sampai apa yang telah kita miliki diambil oleh orang lain, karena sudah sejak dahulu sampai sekarang para pemain ludruk telah malang melintang menembus batas sebagai seniman tobong atau ludruk gedhong dan menyebar di berbagai wilayah di Jawa Timur.

Dalam sajian sandiwara ludruk selama ini masih dijumpai ciri khas pementasan yang berbeda dengan kesenian lain, yaitu Tari Remo Gaya Putri dan Tari Remo Gaya Pria sebagai pembuka, Bedhayan, Lawak dan Cerita. Rangkaian pementasan tersebut sudah barang tentu menjadikan identitas pertunjukan ludruk, namun berbeda halnya dengan salah satu jenis pementasan ludruk yang ada di Jombang pada sekitar tahun 1970-an, yaitu Tari Remo gaya prianya disebut Gaya Jombangan atau “Tari Remo Boletan”.

Karya tari monumental ini disebut Tari Remo Boletan, karena yang menciptakan tarian tersebut adalah seniman ludruk bernama Sastro Bolet Amenan yang lahir di Tawangsari Tahun 1942. Ia menciptakan Tari Remo Gaya Jombangan yang memiliki karakter gerakan yang santai, tegas dan kuat, karena bertemakan perjuangan sebagai pembangkit dan pengobar semangat untuk melawan penindasan terhadap rakyat.

Di sisi lain tarian ini diciptakan dengan tujuan memberikan suri-tauladan serta dedikasi terhadap khalayak, khususnya bagi generasi muda tentang bagaimana bersikap lembut dan tegas. Ungkapan orang Jawa: ya kendho kenceng, mulur mungkret. Artinya, melihat situasi kondisi yang berlaku namun tetap dalam kepastian kata dan tindakan. Menurut Pak Muji, salah satu seniman yang berguru kepada Pak Bolet Amenan dari panggung ke panggung, bahwa hal yang menjadi ciri boletan sehingga berbeda dengan tari remo gaya Surabayan dan Malangan adalah gerak tariannya tersebut mengadopsi gerak pencak, kuda lumping, dan warok reog Ponorogo.

Teknik yang dimunculkannya menggunakan gerak gecul (lucu) dan sering berjalan layaknya orang tua. serta merakukan dialog dengan pengendang. Selendang warna Hijau (Ijo) dan Merah (Abang), dengan lazim masyarakat menyingkat dengan sebutan nama Jombang, memakai ikat kepala seperti udheng-nya orang Bali.

 

Source http://jawatimuran.net http://jawatimuran.net/2012/02/23/remo-boletan/

Leave A Reply

Your email address will not be published.