Kesenian Pengenalan Wayang WO Ngesti Pandowo Semarang

0 72

Dulu hampir tiap tahun di dalam Kraton di Tratag Bangsal Kencana selalu diselenggarakan pertunjukan ini, yang mana penontonnya bergantian keluar masuk yang bertujuan “ngalap berkah” atau mohon buat kesejahteraan. Ini semua harus kita lestarikan, seperti halnya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang yang mengadakan Program Pengenalan Wayang yang merupakan sebuah program yang dibuat, yang sasarannya adalah para pelajar SMP dan SMA untuk mengenal wayang khususnya wayang orang.

Hal ini dilakukan dengan tujuan, dengan mengenal maka akan muncul kecintaan terhadap seni budaya wayang orang, karena para pelajar inilah yang nantinya akan menjadi generasi penerus ditengah derasnya arus pengaruh asing yang masuk ke Indonesia. Semua ini harus ditanggulangi dengan program-program seperti ini.

Program Pengenalan Wayang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang sudah diselenggarakan selama 2 tahun ini, yang pada tahun ini lebih menfokuskan pada pelajar SMP dan SMA yang dilaksanakan di Gedung Ki Nartosabdo, Taman Budaya Raden Saleh Semarang pada tanggal 16 Maret 2019 mulai pukul 09.00 wib sampai selesai.

“Program ini sangat perlu sekali, dengan pengenalan wayang orang (kesenian tradisi) para pelajar ini akan mengenal dan diharapkan kemudian mencintainya sehingga mereka bisa menjadi pelaku seni yang bisa nguri-nguri kebudayaan khususnya wayang orang”, ujar Totok Pamungkas, salah satu pelaku seni Wayang Orang di Semarang.

Program ini dilaksanakan secara bertahap 5 kali dalam setahunnya, dan diberikan khususnya kepada sekolah-sekolah yang belum pernah melihat pertunjukan ini dan disekolahnya ada ekstrakulikuler yang berhubungan dengan seni budaya Indonesia serta mempunyai sarana seperti gamelan klasik Jawa.

Kali ini yang mendapat jatah untuk mendapat Program Pengenalan Wayang ini adalah SMPN 9 Semarang dan SMAN 9 Semarang. Karena banyaknya SMPN dan SMAN di Semarang, maka program ini digilir tiap tahunnya, dari sini para pelajar ini dapat melihat dan bisa praktek secara langsung setelah melihat pertunjukan ini.

“Sangat bermanfaat bagi anak-anak, dengan mengenal budaya seni Wayang Orang ini, mereka bisa ikut melestarikan dan mengembangkan secara nyata sebagai generasi penerus. Selain itu, disini anak-anak sangat suka dan antusias terhadap pertunjukan dan menikmati jalan ceritanya. Selain menonton mereka juga di beri tugas untuk membuat rangkuman acara ini”, ujar Purwaningsih, salah satu guru SMPN 09 Semarang yang ikut mengantar murid-muridnya.

“Dari pihak SMAN 09 sangat senang sekali, anak-anak butuh hiburan yang berbau seni budaya Indonesia dan ini merupakan gambaran baru bagi mereka yang banyak dalam kesehariannya dilingkupi dengan dunia digital (anak jaman now) dan mereka sangat senang dan tidak bosan menyaksikan acara ini sampai selesai”, ujar Sita, salah satu guru SMAN 09 Semarang.

Sebelum acara ini berlangsung, disuguhkan sebuah tarian khas Semarangan ciptaan dari Agus Supriyanto yang dibawakan oleh penari dari SMAN 09 Semarang, Eta dan Taruna dengan lugasnya yang mendapat sambutan meriah dari teman-temannya.

Lakon yang ditampilkan dalam pertunjukan ini adalah Gatotkoco Sang Senopati atau lebih dikenal dengan Gugurnya Raden Gatotkoco, yang cerita diambil dari epos Mahabarata tentang perang Baratayuda, pertarungan antara Raden Gatotkoco dengan Raden Karna.

Diceritakan waktu lahir dulu Gatotkoco tali pusarnya tidak bisa dipotong, maka Arjuna kemudian bertapa minta petunjuk ke Dewata agar di beri senjata untuk bisa memotong tali pusar tersebut. Doanya ternyata di kabulkan, senjata itu bernama Kuntawijaya, tapi karena kesalahan dari Dewata, senjata itu jatuh di tangan Karna.

Terjadilah peperangan antara Arjuna dan Karna. Tapi pada akhirnya warangka senjata itu ditangan Arjuna dan senjatanya ditangan Raden Karna. Dengan warangka ini, tali pusar Gatotkoco bisa di potong dan warangkanya malah menjadi satu dengan tubuhnya.

Dalam perang Baratayuda, Gatotkoco bertemu dengan Karna. Senjata Karna seperti ketemu dengan pasangannya yaitu warangka yang ada di tubuh Gatotkoco. Dengan senjata Kuntawijaya ini akhirnya Karna dapat membunuh Gatotkoco.

Sebuah pertunjukan yang sangat bagus bagi para pelajar yang dapat diambil hikmahnya, dimana untuk mempertahankan negaranya, apapun dilakukan oleh Gatotkoco walaupun itu taruhan nyawanya dan itu dilakukan.

Program Pengenalan Wayang ke depannya akan selalu dievaluasi dan dikembangkan, dimana yang di kenalkan tidak hanya wayang orang saja tetapi juga seni budaya yang lainnya khususnya yang khas Semarang, seperti Ketoprak Trothok, Keroncong, sampai tari-tarian, ujar Sarosa S.Sn selaku Kepala Seksi Atraksi Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang.

Source https://myimage.id https://myimage.id/program-pengenalan-wayang/
Comments
Loading...