Kesenian Pathol Sarang Kabupaten Rembang

0 135

Kabupaten Rembang mempunyai segudang kesenian tradisional yang unik dan mempesona. Sejumlah kesenian tradisional itu kini mulai ditinggalkan, karena tak ada generasi muda yang mau melestarikan.

Meski demikian, ada sejumlah kesenian tradisional yang hingga kini masih eksis. Salah satunya kesenian Pathol Sarang. Kesenian ini hampir mirip seperti olahraga sumo di Jepang. Bedanya, pemainnya tak harus gendut. Selain itu, Pathol Sarang juga diiringi musik tradisional. Pathol Sarang merupakan kesenian tradisional yang berkembang di lingkungan pesisir pantai terutama di Kecamatan Sarang, Rembang. Kesenian ini mempertunjukan adu kekuatan antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya.

Pathol Sarang ini dahulunya dipopulerkan kaum nelayan di Kecamatan Sarang dan umumnya nelayan di sepanjang pantai utara Kabupaten Rembang. Pathol ini berasal dari kata mathol (tidak bisa bergerak). Dahulu, para nelayan kerap meminta tolong temannya saat perahu kepathol karena kandas. Dari istilah itu, dalam olahraga ini, dua orang yang berlaga saling berhadapan dan berusaha saling mengunci satu sama lain, sampai satu di antaranya benar-benar terkunci serta menyerah. Ada juga versi lain yang menyebutkan, jika Pathol Sarang ini dahulunya merupakan bentuk olahraga kanuragan, dalam rangka mencari bibit-bibit pendekar yang unggul, yang dipersiapkan untuk melawan penjajah ketika itu.

Nama pathol juga ada dalam Bahasa Sansekerta yang berarti orang tak terkalahkan. Kesenian ini lahir pada era Kerajaan Majapahit. Saat itu pangeran Sri Sawardana, adik penguasa Lasem Bhree Lasem (Dewi Hindu), berniat membentuk prajurit angkatan laut untuk mengamankan pelabuhan di Tuban, Jawa Timur. Para pelamar kemudian diadu untuk mencari siapa yang paling kuat melalui pertandingan semacam gulat. Pemain dilarang memukul, menendang, atau menyikut. Mereka saling memegang udhet atau kain sepanjang 1,5 meter milik lawan yang diikat di masing-masing perut pemain.

Mereka kemudian berusaha saling membanting lawannya. Tradisi ini bertahan hingga penjajahan dan pasca kemerdekaan. Namun dalam perkembangannya, pathol tak lagi digunakan untuk mencari prajurit. Kesenian ini merupakan tradisi peninggalan  Majapahit. Kesenian Pathol, sekarang tinggal 2  grup yaitu di Sarang dan Kragan.

Source Kesenian Pathol Sarang Kabupaten Rembang Kesenian Pathol Sarang Kabupaten Rembang Kesenian Pathol Sarang Kabupaten Rembang
Comments
Loading...