Kesenian Opera Anak Bangsa Move Sanggar Swargaloka

0 33

Opera Anak Bangsa Move merupakan sebuah pagelaran yang menggambarkan tentang sekilas perjuangan Sanggar Swargaloka yang sejak lahir di Yogyakarta dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisi ditegah-tengah laju perkembangan jaman, Pagelaran ini dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun yang ke 25 Sanggar Swargaloka, yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, tepatnya hari Sabtu tanggal 21 Juli 2018 pada pukul 20.00 wib.

Selain itu, pagelaran ini sebenarnya juga untuk memperingati Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli yang digabungkan dengan hari jadi Swargaloka, yang mana semangat Hari Anak Nasional dibawa untuk membangun kekuatan supaya tidak lepas jati dirinya mengenal budaya tradisi Indonesia.Sanggar Swargaloka di didirikan di Yogyakarta pada tanggal 17 Juli 1993, tapi kemudian pindah ke Jakarta pada tahun 1997 sampai sekarang, dengan alamat Taman Seni Swargaloka, Jalan Sumur Bungur no 51 Cipayung, Jakarta Timur. Meski telah pindah, namun Swargaloka tidak pernah melupakan awal sejarahnya. Yogyakarta adalah roh yang membuat swargaloka hidup dan berkembang hingga saat ini.

Sebelum acara performance Opera Anak Bangsa Move, diawali dengan Swargaloka Award yang diberikan kepada Drs. Kristianto Eko Utomo, Dra. Kun Hardiani dan Dra. Sulistyowati yang telah berjuang menciptakan tari dan menjadi guru di wilayah Yogyakarta, Bantul dan Sleman. Perhargaan ke 2 diberikan kepada Romo Dinusatomo yang telah memberikan legalitas kelembagaan pada masa pendirian Swargaloka, Drs. Hersapandi yang telah memberikan wawasan dan kesempatan untuk berkarya dalam wadah Yayasan Puspo Warno di Pura Paku Alam, Drs. Sumaryono sebagai seniman yang mendorong terbentuknya Swargaloka, Ir. H.R. Hennry Purwanto sebagai pejuang seni yang memberikan kepercayaan Swargaloka untuk berkarya di Sanggar Ayodya serta Bondan Nusantara sebagai penulis drama tradisional yang produktif.

Perhargaan ke 3 diberikan kepada RA. Sutanti Singgih Suryanto (Mami Singgih), yang telah meyediakan rumahnya untuk latihan tari atau karawitan bagi siapa saja yang berminat. Atas ide kreatif Didik Nini Thowok, Mami Singgih di buatkan Sanggar Tari Antika Budaya yang diambilkan dari nama panggilan beliau, Anti.Pagelaran Opera Anak Bangsa Move ini melibatkan dari yang masih anak-anak kecil sampai dewasa, mulai dari penari, pemusik, art director sampai kareografernya merupakan binaan dari Sanggar Swargaloka, yang mana mereka beberapa kali dapat penghargaan dari Pemerintah. Acara ini juga didukung oleh Pemda DIY, sponsor dan teman-teman komunitas seni yang secara luar biasa memberikan semangat dan motivasi agar acara ini terselenggara dengan sukses dan lancar.

Opera Anak Bangsa Move menampilkan ciri khas dari Sanggar Swargaloka yaitu sebuah pertunjukan seni tradisi yang dikemas dengan memasukan unsur-unsur yang mewakili jaman sekarang, mulai dari tari, busana, musik teaternya diramu dengan kreatif dan dinamis, yang diharapkan acara ini mampu bersaing dengan kesenian-kesenian lain diera digital tanpa meninggalkan roh tradisionalnya sebagai jati diri utama. Acara Opera Anak Bangsa Move ini ditutup dengan dialog budaya yang menampilkan Dr Sumaryono, MA Bodan Nusantara dan Mochamad Boy Rifai yang dilaksanakan dalam suasana yang santai di halaman Taman Budaya Yogyakarta. Makna yang disampaikan dalam pagelaran Opera Anak Bangsa Move adalah untuk meraih sebuah kesuksesan membutuhkan sebuah perjuangan, suka duka, kesuksesan dan kegagalan adalah sebuah proses yang harus kita alami.

Source https://myimage.id https://myimage.id/opera-anak-bangsa-move/
Comments
Loading...