Kesenian Jelantur Khas Yogyakarta Yang Terancam Punah

0 193

Seni Jelantur berasal dari kata “jelajah lan tutur”. Para penari Jelantur menarikan beberapa bagian tarian. Misalnya gerakan membuat barisan menutup dan membuka, merapat atau melebar. Mereka menggunakan seragam tari kain celana panjang dibawah lutut, kain jarik batik bermotif serta selendang warna kuning.

Asal – usul Kesenian Jelantur

Pada awalnya, seni Jelantur digunakan sebagai media bagi pemuka agama untuk mengumpulkan masyarakat ketika hendak melakukan syiar agama Islam.  Pada jaman dulu, pemuka agama kesulitan untuk berdakwah karena susah mengumpulkan masyarakat. Sehingga para pemuka agama membunyikan alat musik  tradisional disertai tari-tarian untuk menarik perhatian masyarakat. Dalam perkembangannya, seni Jelantur mampu dikemas menjadi pertunjukan seni tradisi yang menarik.

Dari sisi musik, seni Jelantur menampilkan iringan musik seperti iringan kesenian Jathilan. Alat musik tradisional yang dimainkan pada seni Jelantur adalah bendir, beduk  dan rebana. Sedang dari sisi gerakan tari, seni Jelantur sangat berbeda dengan gerakan tari Jathilan yang biasanya menyatukan tari dengan unsur magis. Penari Jelantur menarikan beberapa bagian tarian. Misalnya gerakan membuat barisan menutup dan membuka, merapat atau melebar. Mereka menggunakan seragam tari kain celana panjang dibawah lutut, kain jarik batik bermotif serta selendang warna kuning. Setiap akan berganti gerakan tari berbaris atau memulai dan berganti pasangan berperang,  kapten penari akan membunyikan peluit.

Keunikan

Kesenian Jelantur adalah kesenian asli Gunungkidul. Kesenian ini emang sudah banyak dilupakan masyarakat Jogjakarta. Mungkin karena peminatnya adalah para orang tua. Kesenian tradisional Jelantur dimainkan 18 orang. Masyarakat yang masih memainkan kesenian ini adalah masyarakat Dusun Nganjir Karangsari. Selain 18 orang tersebut ada lagi tambahan 6 orang sebagai pemusik. Dari 18 orang itu,10 orang menjadi penari, 1 orang menjadi kapten. Sepuluh penari seni Jelantur memiliki gerakan tari berbeda-beda sesuai dengan atribut yang  digunakan. Ada penari yang memakai jaran kepang, memegang pedang kayu tunggal dan kembar serta rontek (tombak).

Namun sayang sekali seni tari ini terancam punah, karena tidak ada regenerasi akibat rendahnya minat generasi muda untuk menggeluti seni tari yang menggambarkan masa perjuangan saat merebut kemerdekaan. Masa globalisasi menjadikan generasi mudanya seakan lupa dengan kebudayaanya, diperlukan peran serta masyarakat dan pemerintah untuk membangun kesenian yang telah kehilangan eksistensinya.

Source Kesenian Jelantur Khas Magelang Yang Terancam Punah Kesenian Jelantur Khas Magelang Yang Terancam Punah Kesenian Jelantur Khas Magelang Yang Terancam Punah
Comments
Loading...