Kesenian Jawa : Yogyakarta Sebagai Kota Budaya

0 230

Yogyakarta sebagai kota budaya Asia (Asia City of Culture), tidak lantas melenakan kita, tetapi justru merupakan pemacu semangat meningkatkan perhatian (apresiasi) masyarakat terhadap kebudayaan sendiri. Boleh saja disebut bahwa negara adikuasa politik adalah Amerika Serikat sedangkan adikuasa ekonomi, China. Meskipun demikian, diungkap Herman Sinung Janutama (sejarahwan, budayawan, dan peneliti filsafat Jawa), mengenai kebudayaan dunia, Indonesia merupakan negara adikuasa.

Terkait dengan pengakuan mancanegara tersebut, artefak arkeologis atau kekayaan situs kita tidak tertandingi, boleh dibilang demikian, namun artefak antropologis (kegiatan menjalankan tradisi pada masyarakat), cenderung merosot. Ditengah geliat upaya mendongkrak tradisi agar lebih dikenal, antara lain di tataran Asia, masih ada tanggapan kurang baik dari sebagian masyarakat tertentu, terkait dengan huru-hara di Pantai Baru, Bantul. Tindakan ini menunjukkan perilaku masyarakat yang tidak berbudaya.

Pada sisi lain, hal ini mengkhawatirkan, karena rentan mengurangi rasa hormat (respek) terhadap kekayaan budaya Indonesia, prihatin Herman Janutama. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat ekonomi Asean (juga Asia), penggerak ekonomi pembangunan di Indonesia adalah pariwisata dan kebudayaan, serta industri kreatif (termasuk teknologi informatika), sebagaimana telah digagas pada beberapa tahun silam, masih ada kesenjangan besar pada program pemajuan kebudayaan daerah. Diumpamakan Herman, bahwa warga masyarakat belum cukup mengetahui sumber daya arkeologi dan budaya di daerahnya. Keadaan ini merupakan tantangan pariwisata.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.XogS57b6U0bWFGQu0YsgTwTK5FPWn1Qneb5jOSe4hKDMiVP-bwlOc1vc3pIN2V_cTMODRKS5mxkoPej8_N6HPw
Comments
Loading...