Kesenian Jawa : Wayang Sada, yang Mudah Dibentuk

0 25

Wayang sada, yang terbuat dari lidi muda atau masih basah, agar mudah dibentuk (lentur), dan dianyam sedemikian rupa. Persendian wayang ditali dengan nilon, juga agel, agar bisa digerak-gerakkan dan cukup kuat. Berawal pada 2011, ketika melihat blarak (daun kelapa kering) terserak di pinggir sungai, keinginan membuat wayang yang tertunda lama, muncul lagi, justru setelah pensiun. Seketika itu juga, Marsono membuat wayang, yang dibuat pertama adalah Janoko (Arjuna).

Alasan lain Marsono membuat wayang adalah protesnya terhadap anggapan bahwa wayang kalah bersaing dengan pertunjukan lainnya. Gelagatnya seperti itu, akan ditinggalkan masyarakat, padahal wayang merupakan warisan adiluhung, dan telah diakui Unesco. Karena itu, Marsono berupaya keras melestarikan, melalui wayang sada. Sasarannya anak-anak, dengan harapan, setelah mereka mengetahui, kemudian bisa membuat, dan nantinya bisa dilestarikan.

Sampai sekarang, sudah seratusan yang sudah dibuat; nama-namanya dari unsur kelapa dan musuh-musuhnya, misalnya, Prabu Gluguwasesa, Patih Narasempal, Raden Bathokbolu, Prabu Kalawawung (musuh), dan Patih Kalagendon (musuh). Selain itu, juga dari wayang purwa (Mahabharata).

Cara membedakannya, dengan memperhatikan hal-hal berikut ini.
1)  Dari muka, hampir sama, anyaman sama, yang membedakan jumlah anyaman; ada yang 12, 15, 18, dan 21.
2)  Dari tutup kepala, dan penataan rambut, ada yang pakai gelung (ukel tekuk, dan mayangkara), serta mahkota;
3)  Badong (di belakang dada seperti sayap);
4)  Kain yang digunakan wayang.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.4kTdhxxqIVvt26ciYFOrM8LQyEV2di-SDvUvnfJhIY43aZWrdHmF0vjWlR7QMCFGI9LMUHhR-Z7WgbfW98P3DQ
Comments
Loading...