Kesenian Jawa : Wayang Golek ala Trisno Santoso, Terobosan

0 24

Kegemaran sejak kecil, dan menekuni wayang golek, Trisno Santoso berupaya mengangkat wayang golek yang dianggap kurang glamour (gemerlap), kurang menarik, karena panggungnya, lampunya kurang terang, dibandingkan dengan wayang kulit. Trisno menyadari bahwa banyak hal yang perlu segera dibenahi. Ukuran wayang golek itu kecil. Dilihat dari jarak sepuluh meter, wajahnya sudah tidak cukup kelihatan. Trisno ingin menambah ukurannya, namun harus dibuat ringan.

Sebenarnya wayang golek terbuat dari kayu, sehingga semakin besar, tentu semakin berat. Menyiasati keadaan itu, kepala dan badan dibuat berongga. Karena itu, dibuat dengan cetakan, tidak bisa dengan cara lain. Walaupun demikian, seandainya dicetak satu per satu, mahal, sehingga disiasati dengan mencetak beberapa sekaligus, kemudian dirias, dimodel lagi sesuai dengan karakter yang dibutuhkan. Awalnya dibuat dari fiber, namun ternyata masih cukup berat dan mahal, walaupun kuat, tahan banting.

Akhirnya, ditemukan cara mencetak wayang golek yang ringan dan kuat, yaitu dari kertas bekas pembungkus semen dicetak pada sebongkah sterofoam (gabus), yang dibungkus dengan kertas bekas pembungkus semen dan lem. Terobosan dengan cara ini, berguna juga diterapkan untuk membuat wayang golek yang kecil. Beratnya setengah (100 gram) dari yang dibuat dengan kayu, 200 gram. Pada bagian lengan, dicoba dengan menggunakan dakron yang dibuat seperti guling dan ditempatkan sedemikian rupa dan diolesi lem boneka.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.9vch0quBcgISSamzUi8rl-z2ql9FLlnquce9XlBlZf_MiVP-bwlOc1vc3pIN2V_cTMODRKS5mxkoPej8_N6HPw
Comments
Loading...